Low Profil atau Ngirit? Terbang Pakai Kelas Ekonomi, Manajemen CORTIS Jadi Sorotan

Doc: Instagram/@cortis

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Manajemen grup CORTIS baru-baru ini menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah para anggotanya terlihat melakukan perjalanan ke Amerika Serikat menggunakan penerbangan kelas ekonomi.

Keputusan tersebut langsung memicu diskusi luas di kalangan netizen, memunculkan pertanyaan, apakah ini bentuk sikap low profil atau justru strategi penghematan dari manajemen?

Sorotan terbesar datang dari kekhawatiran terhadap kenyamanan salah satu anggota, Martin, yang diketahui memiliki tinggi badan mencapai 190,5 cm. Banyak warganet menilai bahwa duduk berjam-jam di kursi ekonomi berpotensi membuat perjalanan menjadi tidak nyaman, bahkan berisiko bagi kesehatan fisiknya.

Komentar-komentar bernada simpati pun bermunculan, menyebut bahwa dengan postur tubuh setinggi itu, kelas bisnis atau setidaknya kursi dengan ruang kaki lebih luas seharusnya menjadi pertimbangan.

Tak hanya soal kenyamanan, isu keamanan dan privasi juga ikut disuarakan. Beberapa netizen berpendapat bahwa terbang di kelas ekonomi membuat para anggota CORTIS lebih mudah dikenali publik, sehingga berpotensi mengganggu privasi dan keselamatan mereka, terutama dalam penerbangan jarak jauh internasional.

Kekhawatiran ini diperkuat dengan meningkatnya popularitas CORTIS yang mulai menarik perhatian penggemar global.

Namun, di balik kritik tersebut, tidak sedikit pula pendukung yang justru memuji langkah manajemen. Mereka menilai keputusan terbang kelas ekonomi sebagai cerminan sikap rendah hati dan realistis, terutama bagi grup yang masih berada dalam fase awal perjalanan karier internasional.

Bagi pendukung ini, pilihan tersebut menunjukkan bahwa CORTIS dan tim manajemennya lebih fokus pada tujuan jangka panjang ketimbang kemewahan sesaat.

Beberapa fans juga menganggap bahwa pengalaman “berjuang dari bawah” justru dapat membentuk karakter dan solidaritas antaranggotanya. Dalam industri hiburan yang kerap identik dengan gaya hidup glamor, langkah sederhana seperti ini dinilai mampu menciptakan citra autentik dan membumi.

Tidak sedikit yang membandingkan CORTIS dengan grup-grup besar yang dulu juga memulai perjalanan mereka dengan keterbatasan sebelum akhirnya menikmati hasil kerja keras.

Manajemen CORTIS sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait alasan di balik keputusan tersebut. Namun, situasi ini memperlihatkan bagaimana setiap langkah artis, sekecil apa pun, kini dapat dengan mudah menjadi konsumsi publik dan bahan perdebatan. Pilihan kelas penerbangan yang sebelumnya dianggap urusan teknis, kini berubah menjadi simbol yang ditafsirkan beragam oleh netizen.

Pada akhirnya, apakah ini bentuk penghematan atau strategi low profil, waktu yang akan menjawab. Jika CORTIS mampu membuktikan prestasi dan konsistensi di panggung internasional, perjalanan dengan kelas ekonomi ini mungkin justru akan dikenang sebagai bagian dari cerita awal menuju kesuksesan mereka di masa depan.***

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN