Ema Waroka Sentil Keras Pengakuan Inara Rusli Rela Dimadu: 'Sok Suci, Sok Syariat, Muntah Gue!'

Doc: Kolase foto Instagram

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Aktor senior Ema Waroka melontarkan komentar pedas terkait pengakuan Inara Rusli yang menyebut dirinya menikah siri dengan Insanul Fahmi, meski sang pria diketahui telah memiliki istri sah. Pengakuan tersebut menuai kontroversi lantaran Inara mengklaim keputusannya didasari syariat Islam dan kesiapan untuk dimadu.

Tanpa basa-basi, Ema Waroka menunjukkan kemarahannya terhadap narasi yang menurutnya menyesatkan dan mencoreng nilai agama. Ia menilai penggunaan dalih syariat dalam hubungan yang melibatkan perebutan suami orang sebagai sesuatu yang sangat berbahaya.

“Gak pernah semuak ini sama wanita sok suci, sok syariat yang bawa-bawa istri-istri Nabi. Naudzubillah min zalik,” ujar Ema yang diunggah di laman Instagramnya @emmawarokkaofficial.

Tak berhenti di situ, Ema bahkan menyebut dirinya muak dengan pola pembenaran yang dibungkus kesalehan semu. Ia menilai ada upaya manipulasi emosi publik dengan air mata dan jargon agama.

“Muntah lah gue, muntah lah gue, muntah ini,” katanya lugas.

Bandingkan dengan Masa Lalu 

Ema juga membandingkan fenomena tersebut dengan masa lalu. Menurutnya, di era 1990-an, hal semacam ini tidak pernah dikemas dengan dalih agama atau kesucian.

“Ada ya di 2025 kayak gini. Dulu di tahun 90-an dilibas. Gak ada orang bawa-bawa syariat lah, gak ada!” tegasnya.

Komentar Ema makin tajam ketika ia menyinggung soal etika dan moral dalam hubungan rumah tangga. Ia secara terang-terangan mengecam tindakan merebut pasangan orang lain, apa pun alasannya.

“Lu ngerebut laki orang, dasar lontong lu,” ucapnya tanpa tedeng aling-aling.

Baginya, agama tidak pantas dijadikan tameng untuk menormalisasi tindakan yang melukai pihak lain, terutama perempuan yang menjadi istri sah.

“Gak ada lah pura-pura nangis, syariat lah, apa lah, bawa-bawa nama Islam lah. Gak ada!” pungkas Ema.

Pernyataan keras Ema Waroka ini langsung memicu perbincangan luas di media sosial. Banyak warganet mendukung keberaniannya menyuarakan kegelisahan atas fenomena “pembenaran moral” yang dinilai semakin marak, sementara sebagian lain menilai komentar tersebut terlalu frontal.

Terlepas dari pro dan kontra, satu hal yang jelas, polemik pengakuan Inara Rusli dan respons Ema Waroka kembali membuka diskusi panjang soal batas antara keyakinan, etika, dan tanggung jawab moral dalam relasi rumah tangga di era modern.***

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN