Aurelie Beberkan Ancaman terhadap Hesti Purwadinata Usai Dukung Pengakuan Child Grooming Dirinya!
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Aktris Aurelie Moeremans mengungkap bahwa sejumlah teman artisnya mendapat ancaman setelah menyatakan dukungan kepadanya di media sosial.
Dukungan tersebut berkaitan dengan pengakuan kasus child grooming yang dialaminya dan diungkap melalui memoar pribadinya.
Rekomendasi juga buat kamu:
Situasi tersebut membuat Aurelie memutuskan untuk berhenti mengunggah ulang atau me-repost dukungan yang ia terima di media sosial. Ia menilai langkah tersebut perlu diambil demi melindungi orang-orang yang berdiri di sisinya.
Salah satu teman artis yang diketahui mendukung Aurelie dan kemudian menerima ancaman adalah Hesti Purwadinata. Kasus child grooming yang dialami Aurelie sendiri terungkap melalui buku memoarnya berjudul Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth.
Aurelie menjelaskan alasan di balik keputusannya tidak lagi membagikan ulang dukungan publik.


“Alasan kenapa sudah gak repost story dukungan, bahkan dari teman sendiri atau rekan artis, sederhana tapi penting,” tulis Aurelie dalam saluran media sosialnya, dikutip Minggu (11/1).
Ia mengungkap bahwa unggahan ulang terhadap dukungan Hesti berujung pada ancaman yang terus berlanjut.
“Aku pernah repost story Teh Hesti. Setelah itu, sampai sekarang, Teh Hesti dan suaminya masih terus diancam. Dari DM, sampai ke WhatsApp,” lanjutnya.
Aurelie menyebut ancaman tersebut memang tidak digubris secara langsung oleh pihak yang menerima. Namun, menurutnya situasi tersebut tetap mengganggu secara psikologis.
“Tentu tidak digubris. Tapi tetap saja, itu ganggu. Dan aku tidak enak,” sambungnya.
Ia menegaskan bahwa tindakan pengancaman terhadap orang-orang yang memberikan dukungan tidak bisa diterima. Aurelie merasa keberadaan ancaman tersebut telah melewati batas kemanusiaan.
“Kalau aku yang diancam, aku bisa terima. Tapi kalau sampai orang lain ikut kena hanya karena berdiri di sampingku, itu berat,” tuturnya. Pernyataan ini menunjukkan beban moral yang dirasakan Aurelie terhadap keselamatan orang terdekatnya.
Atas pertimbangan tersebut, Aurelie memutuskan untuk tidak lagi me-repost dukungan dari teman-temannya. Ia menyebut langkah itu sebagai cara untuk meminimalkan risiko ancaman lanjutan.
Keputusan tersebut juga dikaitkan dengan asumsi sebagian netizen yang mengarah pada musisi Roby Tremonti sebagai pelaku dalam kasus child grooming yang diungkapnya.
“Dengan aku tidak repost, dia tidak tahu siapa saja yang mendukungku. Dan teman-temanku bisa tetap aman dari ancaman gak jelas,” ucap Aurelie.
Ia memastikan bahwa dukungan yang diberikan secara personal tetap terasa dan bermakna baginya.
“Doa dan dukungan kalian sampai kok. Diam-diam, tapi kuat,” pungkasnya.
Saat ini, Aurelie Moeremans memang tengah menjadi sorotan publik usai merilis buku memoar Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth. Dalam buku tersebut, ia membuka pengalaman traumatis masa mudanya, termasuk dugaan praktik child grooming yang dialaminya.
Perbincangan mengenai memoar itu semakin meluas setelah potongan pengakuannya beredar luas di media sosial pada awal Januari 2026. Kutipan dari buku tersebut memicu diskusi publik tentang relasi tidak sehat, khususnya di industri hiburan.
Dalam memoarnya, Aurelie menyinggung sosok pria dewasa yang mendekatinya sejak ia berusia 15 tahun. Sosok tersebut disamarkan dengan nama “Bobby” dan tidak pernah disebutkan secara eksplisit.
Meski demikian, sejumlah warganet berupaya menelusuri identitas pria tersebut. Spekulasi pun berkembang meski Aurelie tidak pernah mengonfirmasi identitas sebenarnya.
Dalam konteks psikologi, child grooming merupakan pola manipulasi yang dilakukan orang dewasa untuk membangun kepercayaan anak atau remaja. Tujuannya adalah mengendalikan, mengeksploitasi, atau melakukan kekerasan seksual secara bertahap.
Proses ini kerap sulit dikenali karena dibungkus dalam bentuk perhatian dan perlindungan. Korban sering kali baru menyadari manipulasi tersebut setelah waktu berlalu lama.
Aurelie menuliskan bahwa hubungan manipulatif itu bermula saat ia baru meniti karier di dunia hiburan. Pertemuan pertama dengan Bobby terjadi di lokasi syuting iklan yang seharusnya menjadi ruang kerja aman.
Saat itu, pria tersebut disebut berusia sekitar 29 tahun. Perbedaan usia tersebut menciptakan ketimpangan kekuasaan yang signifikan.
Dalam Broken Strings, Aurelie menggambarkan grooming sebagai proses sistematis yang mengisolasinya perlahan dari lingkungan sekitar. Kontrol atas cara berpakaian, komunikasi, dan kemandirian emosional menjadi bagian dari pola tersebut.
Apa yang awalnya tampak sebagai perhatian berubah menjadi tekanan psikologis. Tekanan tersebut perlahan menggerus kebebasan dan jati diri Aurelie.
Meski menggunakan nama samaran, sebagian publik mengaitkan sosok Bobby dengan Roby Tremonti. Dugaan itu muncul karena Roby pernah secara terbuka mengakui hubungan masa lalu dengan Aurelie.
Dalam beberapa tayangan televisi awal 2025, Roby mengklaim pernah menikah secara agama atau siri dengan Aurelie pada Oktober 2011 di Cibinong. Saat itu, Aurelie disebut berusia 18 tahun dan pernikahan tersebut tidak mendapat restu orang tua.
Pernikahan tersebut diklaim berakhir sekitar Januari 2013 atau setelah 15 bulan bersama. Hingga kini, polemik seputar kisah tersebut masih terus menjadi perbincangan.
Di tengah sorotan publik yang semakin besar, Aurelie memilih bersikap lebih berhati-hati. Ia menegaskan bahwa dukungan diam-diam tetap berarti dan memberinya kekuatan untuk bertahan.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Aurelie Beberkan Ancaman terhadap Hesti Purwadinata Usai Dukung Pengakuan Child Grooming Dirinya! .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!