Sambil Menangis, Celine Evangelista Ungkap Perjuangan Berat Belajar Salat di Awal Menjadi Mualaf

Doc: Instagram/@celine_evangelista

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Perjalanan hijrah Celine Evangelista menjadi seorang mualaf ternyata tidak berlangsung mulus seperti yang dibayangkan banyak orang. Dalam perbincangan bersama Daniel Mananta di kanal YouTube Daniel Mananta Network yang tayang pada Senin (5/1/2026), mantan istri aktor Stefan William itu secara terbuka membagikan kisah spiritualnya yang penuh perjuangan dan air mata.

Celine mengakui bahwa keputusan memeluk Islam merupakan titik balik besar dalam hidupnya. Namun, proses untuk benar-benar menjalani ajaran agama tersebut tidaklah instan. Ia harus melalui fase belajar dari nol, terutama dalam memahami dan melaksanakan salat lima waktu. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi ibu empat anak tersebut.

Belajar Keras Untuk Bisa Salat

Pada masa awal menjadi mualaf, Celine merasa kebingungan dengan urutan gerakan dan bacaan salat. Ia bahkan belum hafal doa-doa dasar yang harus dibaca. Untuk mengatasi hal itu, Celine mengandalkan buku panduan salat sebagai pegangan saat beribadah. Buku tersebut selalu ia bawa agar tidak keliru dalam menjalankan setiap tahapan salat.

Dengan suara bergetar, Celine mengenang momen-momen tersebut sebagai masa yang sangat melelahkan secara emosional. Ia harus membuka halaman demi halaman buku di tengah salat, memastikan bacaan yang diucapkannya sesuai dengan gerakan yang dilakukan. Situasi itu kerap membuatnya merasa kewalahan dan tidak percaya diri.

“Waktu itu rasanya ribet banget. Pegang buku sambil salat, terus buka-buka lagi karena takut salah. Habis rukuk baca apa ya, terus setelah ini gerakannya apa,” ungkap Celine sambil menahan tangis. Meski demikian, ia menegaskan bahwa rasa lelah tersebut tidak membuatnya menyerah.

Justru dari kesulitan itulah Celine merasakan proses pendewasaan iman. Ia menyadari bahwa perjalanan spiritual memang membutuhkan kesabaran dan ketekunan. Setiap kesalahan yang ia buat menjadi pelajaran berharga untuk terus memperbaiki diri dan memperdalam pemahaman tentang Islam.

Seiring waktu berjalan, Celine mulai terbiasa dengan ritme ibadah. Bacaan salat perlahan-lahan ia hafalkan, begitu pula dengan gerakan-gerakannya. Rasa “ribet” yang dulu ia keluhkan kini berganti dengan ketenangan dan kenyamanan saat beribadah.

Ajak 4 Anaknya Mualaf

Tak hanya menjalani proses hijrah seorang diri, Celine juga melibatkan keempat anaknya dalam perjalanan spiritual tersebut. Ia diketahui membawa anak-anaknya untuk menunaikan ibadah umrah bersama, sebagai bentuk ikhtiar mengenalkan nilai-nilai Islam sejak dini. Bagi Celine, momen itu menjadi pengalaman spiritual yang sangat bermakna dan memperkuat keyakinannya.

Kisah Celine Evangelista ini menjadi pengingat bahwa hijrah bukanlah tentang kesempurnaan, melainkan tentang keberanian untuk belajar, jatuh, lalu bangkit kembali. Dengan kejujuran dan ketulusannya, Celine menunjukkan bahwa setiap langkah kecil dalam mendekatkan diri kepada Tuhan memiliki arti yang besar.***

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN