WASHINGTON - Otoritas sementara di Venezuela telah menyepakati pengalihan antara 30 hingga 50 juta barel minyak mentah ke Amerika Serikat (AS), sebagaimana diumumkan Presiden Donald Trump, Selasa (6/1).
Minyak tersebut sebelumnya berada di bawah sanksi AS dan akan dijual di pasar dengan hasil penjualan dikendalikan oleh pemerintah Amerika.
Dikutip dari Antara, Trump menyatakan minyak itu akan dijual pada harga pasar, dan hasilnya “akan dikontrol oleh saya sebagai Presiden Amerika Serikat” untuk memastikan penggunaan yang bermanfaat bagi rakyat Venezuela dan Amerika.
“Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa pihak berwenang sementara di Venezuela akan menyerahkan antara 30 hingga 50 juta barel minyak bernilai tinggi dan terkena sanksi kepada Amerika Serikat,” tulis Trump di platform Truth Social.
Ia menambahkan bahwa Menteri Energi Chris Wright diminta untuk melaksanakan rencana tersebut “segera,” dengan pengiriman minyak menggunakan kapal penyimpanan langsung ke dermaga bongkar di AS.
Pengumuman itu muncul beberapa hari setelah pasukan AS melakukan serangan udara besar terhadap target di Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro serta istrinya, Cilia Flores.
Maduro dan Flores kemudian dibawa ke New York dan menghadapi persidangan atas tuduhan narkoba dan senjata; keduanya menyatakan tidak bersalah.
Pemerintahan Trump menggambarkan operasi itu sebagai bagian dari penegakan kembali Doktrin Monroe dan upaya memberantas dugaan perdagangan narkoba serta korupsi, sekaligus memperkuat pengaruh AS atas cadangan minyak besar Venezuela.
Harga Minyak Dunia
Rekomendasi juga buat kamu:
Sementara itu, pakar energi Universitas Padjajaran (Unpad) Yayan Satyakti menyatakan AS diperkirakan akan menekan harga minyak dunia di bawah 60 dollar AS per barel pada 2026 melalui pengalihan antara 30–50 juta barel minyak dari Venezuela ke AS.
"Kemungkinan harga minyak dunia akan ditekan di bawah 60-50 dollar AS per barel. AS menargetkan itu pada 2026,” ucap Yayan di Jakarta, Rabu (7/1).
Yayan mengatakan tambahan pasokan tersebut dapat menurunkan biaya rantai pasok dan meningkatkan efisiensi operasional.
"Dengan adanya tambahan suplai (dari Venezuela) harganya minyaknya akan diturunkan hampir 50 dolar AS per barel," tuturnya.
Ia menyampaikan langkah yang diambil oleh AS merupakan bagian dari strategi quick win atau kemenangan instan.
Strategi tersebut juga dikenal dengan strategi Dominasi Energi Amerika (American Energy Dominance).
Salah satu bagian dari strategi tersebut adalah merombak atau membentuk kembali lanskap perdagangan internasional.
"Chevron (perusahaan migas AS) akan masuk ke Venezuela," ujar Yayan.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk 30-50 Juta Barel Minyak Venezuela Kini di Bawah Kendali Amerika .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!