Stand Up Komedi Mens Rea Dikiritik Tak Lucu, Pandji Pragiwaksono Tanggapi Begini
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Special show terbaru Pandji Pragiwaksono bertajuk Mens Rea yang kini sudah dapat disaksikan di Netflix kembali menempatkan komika senior itu di pusat perbincangan publik.
Tayangan berdurasi hampir dua setengah jam tersebut menuai respons beragam dari warganet, khususnya di platform X. Sebagian memuji keberanian Pandji menyuarakan kritik sosial dan politik secara terang-terangan, namun tak sedikit pula yang menilai materi stand-up tersebut “tidak lucu”.
Menanggapi anggapan tersebut, Pandji memilih bersikap santai. Ia menegaskan bahwa humor bukanlah sesuatu yang bisa dipukul rata. Menurutnya, selera setiap orang berbeda, termasuk dalam menikmati komedi.
Apa yang dianggap menggelitik oleh sebagian penonton, bisa jadi terasa datar bagi yang lain. Pandji menilai hal itu sebagai sesuatu yang wajar dalam dunia hiburan, terlebih ketika komedi yang dibawakan sarat pesan dan sudut pandang kritis.
Tanggapan Pandji
Dalam Mens Rea, Pandji memang tidak hanya menyajikan lelucon ringan. Ia mengemas panggungnya dengan sindiran tajam terhadap berbagai isu, mulai dari kebijakan pemerintah, perilaku aparat negara, hingga kondisi demokrasi dan kebebasan berpendapat. Alih-alih sekadar memancing tawa, Pandji mengajak penonton untuk berpikir dan bercermin terhadap situasi sosial-politik yang sedang berlangsung di Indonesia.
Pandji juga mengungkapkan bahwa sejak awal, Mens Rea memang dirancang sebagai pertunjukan yang lebih reflektif. Ia sadar betul bahwa gaya ini tidak akan memuaskan semua pihak. Namun baginya, stand-up comedy bukan hanya soal punchline, melainkan juga medium untuk menyampaikan kegelisahan dan keresahan publik dengan cara yang jujur.
“Kalau ada yang bilang tidak lucu, itu sah-sah saja,” kira-kira demikian pesan yang ingin disampaikan Pandji.
Ia tidak merasa perlu membela diri secara berlebihan, karena kritik merupakan bagian tak terpisahkan dari karya yang dilempar ke ruang publik. Justru, menurut Pandji, perbedaan reaksi tersebut menandakan bahwa pertunjukannya berhasil memantik diskusi.
Sebelum Pandji naik sebagai penampil utama, panggung Mens Rea dibuka oleh dua komika lain, Ben Dhanio dan Dany Beler. Keduanya berperan sebagai opener dan sukses mencairkan suasana dengan materi yang lebih ringan dan mengundang tawa. Kehadiran mereka menjadi pemanasan sebelum penonton diajak masuk ke materi Pandji yang lebih serius dan bernuansa kritik.
Rekomendasi juga buat kamu:
Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, Mens Rea kembali menegaskan posisi Pandji Pragiwaksono sebagai komika yang konsisten dengan gaya dan idealismenya.
Ia tidak mengejar tawa semata, melainkan berusaha menjadikan stand-up comedy sebagai ruang dialog. Dan seperti yang ia singgung, pada akhirnya, soal lucu atau tidak, semua kembali pada selera masing-masing penonton.***
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Stand Up Komedi Mens Rea Dikiritik Tak Lucu, Pandji Pragiwaksono Tanggapi Begini .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!