Jadi Karya Terakhir Kim Saeron, Film Adaptasi Webtoon 'Everyday We Are' Siap Tayang Februari 2026

Doc: Instagram/@lingling_group

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Film adaptasi webtoon populer Everyday We Are dipastikan akan tayang perdana di bioskop pada Februari 2026. Kabar ini langsung menarik perhatian penggemar film Korea, terutama karena proyek ini menjadi karya terakhir mendiang Kim Saeron sebelum kepergiannya. 

Dibintangi Kim Saeron dan Lee Chaemin, film ini mengusung genre romantis remaja yang dekat dengan realitas emosional usia belasan tahun.

Adaptasi Webtoon

Diadaptasi dari webtoon dengan judul yang sama, Everyday We Are menghadirkan kisah cinta pertama yang sederhana namun penuh kebingungan. Cerita berpusat pada Yeoul (Kim Saeron), seorang siswi SMA yang tumbuh bersama sahabat masa kecilnya, Hosu (Lee Chaemin).

Sejak kecil, keduanya memiliki kedekatan yang kuat, terutama lewat kebiasaan bermain basket bersama. Lapangan basket menjadi ruang aman bagi mereka, tempat tawa, mimpi, dan persahabatan terjalin tanpa beban.

Namun, dinamika hubungan mereka mulai berubah ketika Hosu secara tiba-tiba menyatakan perasaannya kepada Yeoul di usia 17 tahun. Pengakuan itu datang di saat segalanya terasa membingungkan, tentang masa depan, persahabatan, dan perasaan yang belum sepenuhnya dipahami.

Bagi Hosu, perasaan itu tumbuh perlahan dan tulus. Sementara bagi Yeoul, Hosu hanyalah sahabat terdekat yang selalu ada, tanpa pernah terpikir sebagai sosok kekasih.

Situasi tersebut membuat hubungan mereka menjadi canggung. Yeoul terjebak di antara kejujuran perasaan dan ketakutan kehilangan sahabat terbaiknya. Di sisi lain, Hosu harus belajar menerima kemungkinan bahwa cinta pertamanya mungkin tidak berbalas.

Film ini menggambarkan dengan lembut bagaimana perasaan remaja sering kali tidak hitam-putih, melainkan dipenuhi keraguan, salah paham, dan keheningan yang tak terucap.

Jadi Film Istimewa

Secara emosional, Everyday We Are menjadi film yang istimewa karena proses syutingnya telah rampung sejak tahun 2021. Hal ini menjadikan film tersebut sebagai karya terakhir Kim Saeron yang akhirnya dirilis ke publik.

Penampilannya sebagai Yeoul disebut-sebut memperlihatkan sisi akting yang matang, natural, dan penuh empati, mencerminkan konflik batin remaja dengan sangat jujur.

Lee Chaemin sendiri menghadirkan karakter Hosu sebagai sosok remaja laki-laki yang hangat, canggung, namun berani jujur dengan perasaannya. Chemistry keduanya menjadi salah satu kekuatan utama film ini, sekaligus membawa nostalgia akan cinta pertama yang tak selalu berjalan mulus.

Dengan latar cerita yang sederhana namun emosional, Everyday We Are diprediksi akan menyentuh hati penonton, khususnya generasi muda. Film ini bukan hanya tentang cinta, tetapi juga tentang persahabatan, pertumbuhan, dan momen-momen kecil yang membentuk siapa diri kita hari ini.***

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN