Dari Belanda hingga Jepang, 6 Makanan yang Dipercaya Bawa Hoki di Tahun Baru

Ket. Makanan yang Dipercaya Bawa Hoki di Tahun Baru

Doc: Tangkapan Layar

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Tahun Baru selalu identik dengan harapan baik, mulai dari rezeki yang lancar, hubungan yang harmonis, hingga kesehatan yang lebih stabil.

Menariknya, banyak negara di dunia memiliki tradisi unik untuk menyambut keberuntungan tersebut, salah satunya lewat makanan yang dipercaya membawa hoki.

Setiap hidangan bukan hanya sekadar santapan perayaan, tetapi juga simbol, doa, dan budaya yang diwariskan turun-temurun. Dari kue goreng khas Belanda hingga sup kemerdekaan dari Haiti, masing-masing makanan memiliki makna dan sejarah.

1. Oliebollen di Belanda

20251231123806_1.jpeg

Di Belanda, perayaan Tahun Baru terasa belum lengkap tanpa oliebollen. Donat bulat yang biasanya diisi kismis atau buah beri kering ini sudah lama menjadi camilan khas malam pergantian tahun.

Tradisi tersebut diyakini bermula dari kepercayaan suku-suku Jermanik kuno, yang memakan oliebollen sebagai cara untuk mengusir dewi pagan Perchta. Lemak dari adonan donat goreng dianggap mampu membuat pedang Perchta terpeleset, sehingga mereka yang memakannya dipercaya akan terlindungi.

Kini, oliebollen dinikmati bukan hanya karena mitosnya, tetapi juga karena cita rasanya yang hangat dan menenangkan. Perpaduan rempah seperti kayu manis, cengkeh, dan jahe membuat camilan ini semakin nikmat.

2. Sup Joumou di Haiti

20251231123829_2.jpeg

Sup berbahan dasar labu ini bukan sekadar makanan khas, tetapi simbol kebebasan Haiti dari penjajahan Prancis. Dahulu, orang Afrika yang diperbudak dipaksa menanam labu dan memasak supnya untuk para penjajah, namun tidak diizinkan memakannya.

Ketika Haiti merdeka pada 1 Januari 1804, istri tokoh revolusioner, Marie Claire Heureuse Félicité Bonheur Dessalines, membagikan sup ini kepada warga yang baru bebas sebagai bentuk syukur. Kini, sup joumou menjadi hidangan wajib setiap Tahun Baru dan dianggap simbol perubahan serta kebanggaan.

3. Banitsa di Bulgaria

20251231123849_3.jpeg

Banitsa merupakan kue filo berlapis yang diisi campuran telur, yogurt, dan keju asin sirene. Aromanya yang harum dianggap sebagai simbol kemeriahan Tahun Baru di Bulgaria.

Versi perayaan banitsa dibuat khusus dengan kejutan simbolis di dalamnya, seperti koin perak atau pesan keberuntungan. Setiap anggota keluarga mengambil satu potong, dan ramalan yang ditemukan dipercaya menggambarkan nasib mereka pada tahun mendatang.

4. Kakanin di Filipina

20251231123928_4.jpeg13

Kakanin mencakup berbagai jenis kue berbahan beras ketan seperti puto, bibingka, biko, hingga tikoy. Teksturnya yang lengket dipandang sebagai simbol kuatnya ikatan keluarga dan harapan untuk rezeki yang terus menempel di tahun baru.

Hidangan ini juga mencerminkan keberlimpahan karena nasi dulunya adalah komoditas langka yang hanya disajikan pada momen penting. Tradisi kakanin terus berkembang, mencerminkan pengaruh budaya Tiongkok dan Tamil di Filipina.

5. Moose Milk di Kanada

20251231123953_5.jpeg

Moose Milk dibuat dari kombinasi susu, buttermilk, es krim, rempah, serta alkohol seperti rum. Minuman ini memiliki tekstur lembut tetapi kandungan alkoholnya cukup tinggi.

Di kalangan militer Kanada, minuman ini menjadi simbol keakraban dan sering disajikan dalam acara levée. Referensi Moose Milk sudah ada sebelum Perang Dunia I, menjadikannya bagian penting dari tradisi minum masyarakat Kanada.

6. Kamaboko di Jepang

20251231124015_6.jpeg

Dalam budaya Jepang, tahun baru dirayakan dengan osechi-ryōri, rangkaian hidangan tradisional yang disajikan dalam kotak berlapis. Salah satu komponen utamanya adalah kamaboko, kue ikan berbentuk setengah lingkaran dengan warna merah muda dan putih.

Warna kamaboko menyerupai matahari terbit yang menjadi simbol keberuntungan dan awal yang cerah. Biasanya dinikmati bersama o-zōni, sup berbahan dasar miso atau kecap yang berisi mochi dan sayuran, hidangan ini menjadi makanan pertama di tahun baru bagi banyak keluarga Jepang.

Jadi, itulah sejumlah makanan pembawa hoki di tahun baru menurut kepercayaan berbagai negara. Setiap hidangan membawa cerita, budaya, dan simbol keberuntungan yang unik bagi masyarakatnya.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN