Kasus Insanul Fahmi Belum Beres, Inara Rusli Terancam Kehilangan Hak Asuh Setelah Virgoun Isyaratkan Akan Rebut Ketiga Anak Mereka

Doc: Kolase foto Instagram

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Konflik antara mantan pasangan suami istri, Inara Rusli dan Virgoun, kembali memanas.

Setelah sejumlah pernyataan terbuka saling dilontarkan melalui media sosial, kini publik menyoroti kemungkinan besar terjadinya perebutan hak asuh anak.

Virgoun, melalui unggahan terbaru di Instagram Story, menyampaikan bahwa setelah persoalan hukum terkait Inara dan Insanul Fahmi selesai, ia siap memasuki “episode berikutnya”, yaitu memperebutkan hak asuh ketiga buah hati mereka.

Ingin Rebut Hak Asuh Anak

Pernyataan tegas ini membuat isu hak asuh kembali menjadi fokus utama publik.

“Silakan selesaikan urusan hukum yang sekarang jalan, next episode kita fight urusan anak-anak,” tulis Virgoun dalam unggahan yang kemudian viral.

Kalimat tersebut diyakini sebagai sinyal bahwa ia akan mengambil langkah hukum lanjutan untuk mendapatkan hak pengasuhan penuh, atau setidaknya mengubah putusan yang sebelumnya dijatuhkan pengadilan agama.

Apalagi, dalam unggahan sebelumnya, ia sempat menyinggung sejumlah tindakan yang menurutnya dilakukan tanpa sepengetahuannya, seperti dugaan penggadaian mobil dan persoalan sertifikat rumah.

Meski belum terbukti secara hukum, narasi yang muncul dapat memengaruhi persepsi publik mengenai kelayakan pengasuhan.

Posisi Rentan Inara

Di sisi lain, posisi Inara Rusli disebut-sebut menjadi cukup rentan dalam situasi ini. Terlebih ia memasuki gugatan hukum tentang dugaan perzinahan dan perselingkuhan dengan Insanul Fahmi.

Namun, dengan adanya ancaman perebutan hak asuh dari pihak Virgoun, beban yang ia tanggung tentu semakin besar. Apalagi, jika benar gugatan hak asuh diajukan, Inara harus kembali menghadapi proses hukum yang biasanya memerlukan bukti-bukti kuat terkait kemampuan finansial, stabilitas emosional, serta lingkungan hidup anak.

Publik pun terbelah dalam menanggapi isu ini. Sebagian mendukung Inara karena selama ini ia dinilai menjadi pengasuh utama sejak bercerai. Sementara sebagian lainnya menganggap bahwa Virgoun berhak memperjuangkan kedekatannya dengan anak-anak dan memiliki alasan untuk mempertanyakan beberapa keputusan yang dibuat tanpa koordinasi.

Terlepas dari pro dan kontra, konflik ini menyoroti betapa kompleksnya perceraian ketika sudah menyangkut hak asuh anak.

Banyak pihak berharap keduanya dapat menempatkan kepentingan anak sebagai prioritas tertinggi, mengingat ketiga buah hati mereka masih membutuhkan stabilitas emosional dan hubungan yang sehat dengan kedua orang tuanya.

Dengan pernyataan terbuka Virgoun tentang “episode selanjutnya”, publik kini menunggu apakah ia benar-benar akan mengajukan gugatan baru terkait hak asuh. Jika itu terjadi, perjuangan hukum antara keduanya diprediksi akan semakin intens dan panjang.***

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN