Callista Louis Ungkap Dugaan Pelecehan oleh Musisi, Nama Dnanda Anugerah Disorot

Ket. Callista Louis

Doc: Instagram/callistalouis

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Dunia hiburan Indonesia kembali diguncang isu serius terkait keselamatan dan rasa hormat di lingkungan kerja. Model profesional Callista Louis membagikan pengalaman traumatis yang ia alami melalui unggahan panjang di Instagram Story miliknya (@callistalouis).

Ia mengaku mengalami pelecehan seksual verbal dan fisik oleh seorang musisi saat proses syuting sebuah video musik, sebuah pengakuan yang sontak memantik perhatian luas publik.

Dalam unggahannya, Callista memaparkan kronologi serta deretan komentar bernada seksual dan objektifikasi tubuh yang dilontarkan oleh terduga pelaku secara terbuka di lokasi syuting.

Ia juga menyebut adanya tindakan fisik berupa sentuhan pada tubuhnya tanpa izin (non-consensual), sesuatu yang ia tegaskan sangat tidak pantas dan tidak profesional.

“Dalam 5 tahun saya bekerja di industri ini, saya bertemu ratusan profesional, orang-orang berbakat, rendah hati, dan hormat yang benar-benar memahami arti kolaborasi. Tapi artis ini sendiri? Dia kebalikannya,” tulis Callista penuh kekecewaan.

Ucapan dan Tindakan yang Dinilai Melanggar Batas

Callista mencantumkan sejumlah contoh ucapan dan perilaku yang menurutnya sangat mengganggu dan melecehkan. Beberapa di antaranya meliputi:

“Kamu keliatannya nakal deh, pasti performanya bagus.”

“Jari kamu panjang ya, coba bentuk gini deh, buat ngukur,” sambil membuat isyarat berbentuk ‘O’ bernuansa seksual.

Pelaku diduga menyentuh ketiaknya tanpa izin dan menyebut tindakan itu sebagai “lelucon.” Saat sutradara memintanya berdiri tegak, pelaku berteriak, “Busungin dadanya ya, Callista. BUSUNGIN.”

“Aku sih nggak bahaya ngomong begini, kamu yang bahaya,” ujar pelaku, mengacu pada lelucon seksual dan fakta bahwa Callista memiliki pacar.

Seluruh komentar tersebut, kata Callista, dilontarkan dengan suara lantang di hadapan kru dan rekan kerja. Ia mempertanyakan apakah perilaku semacam itu bisa dianggap normal dalam lingkungan kerja profesional.

Respons Publik dan Penanganan yang Dinilai Mengecewakan

Callista menyebut bahwa setelah kejadian itu, ia telah mengajukan komplain resmi. Namun hingga saat ini, ia mengaku pelaku belum memberikan permintaan maaf.

Ia juga menyampaikan kekecewaannya karena pihak label musik terduga pelaku dikabarkan memilih untuk tidak terlibat dalam penyelesaian masalah tersebut.

“Ketika dia tidak menghormati saya, itu berarti dia tidak menghormati orang tua saya, keluarga saya, orang-orang tercinta, dan semua yang mendukung saya,” tulisnya, menegaskan bahwa masalah ini bukan hanya soal profesionalisme, tetapi juga soal martabat.

Meski Callista tidak menyebutkan nama, unggahannya memicu gelombang respons publik. Spekulasi muncul di media sosial, dan banyak netizen menyebut nama Dnanda Anugerah sebagai terduga pelaku.

Akun Instagram @dnandaanugerah pun dibanjiri komentar yang meminta klarifikasi. Hingga berita ini dibuat, Dnanda Anugerah belum memberikan pernyataan resmi, dan tuduhan terhadapnya belum dikonfirmasi oleh pihak mana pun.

Seruan Callista untuk Ruang Kerja yang Lebih Aman

Callista menegaskan bahwa tujuannya berbicara bukan untuk drama, melainkan untuk meningkatkan kesadaran dan edukasi tentang pentingnya rasa aman di lingkungan kerja, khususnya di industri kreatif.

“Speaking up bukanlah hal yang dramatis. Itu tidak pernah berlebihan. Itu perlu,” tegasnya. Ia mendorong rekan-rekan seprofesi agar tidak takut bersuara demi keselamatan dan martabat mereka.

Ia menutup pesannya dengan ajakan penuh harap:
“May we keep protecting each other, creating safer spaces, and refusing to let silence enable harm.”

Unggahan Callista kini menjadi pemantik diskusi besar mengenai pentingnya regulasi, edukasi, dan perlindungan pekerja di dunia hiburan Indonesia—sebuah isu yang semakin sulit diabaikan.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN