Tanggapan Menohok dr. Richard Lee Saat Disebut Bersimpati Palsu karena Donasi Harus Lewat Jualan Produk
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Nama dr. Richard Lee kembali menjadi perbincangan publik setelah aksinya membantu korban banjir di Sumaetra justru memicu kritik keras.
Melalui unggahan media sosial Instagramnya, ia mengumumkan program bantuan dengan cara unik, sebagian hasil penjualan produknya akan disalurkan untuk membantu korban bencana.
Kalimat promosinya kira-kira berbunyi, “Belanja = bantu sesama.” Namun konsep tersebut segera memantik reaksi negatif dari sejumlah netizen.
Dikritisi Warganet

Salah satu komentar yang paling ramai diperbincangkan menyebut tindakan Richard sebagai simpati palsu, bahkan ada yang menuliskan bahwa sosok sepopuler dirinya seharusnya bisa saja berdonasi hingga ratusan juta rupiah tanpa perlu embel-embel jualan.
Komentar tersebut memancing gelombang hujatan dan menyudutkan Richard, seolah ia memanfaatkan penderitaan korban banjir untuk mendongkrak penjualan produknya.
dr Richard Beri Penjelasan
Di tengah kritik yang semakin panas, dr. Richard Lee akhirnya angkat bicara. Dalam tanggapannya, ia menyampaikan pernyataan menohok yang mencoba meluruskan persepsi publik.
Menurutnya, bentuk kepedulian tidak pernah berada dalam satu bentuk yang mutlak. Ada orang yang membantu dengan menyerahkan uang secara langsung. Ada yang turun ke lapangan dengan tenaga dan waktu.
Rekomendasi juga buat kamu:
Ada pula yang membantu melalui usaha atau bisnis yang ia jalankan. Baginya, setiap bentuk bantuan punya nilai selama manfaat akhirnya benar-benar sampai kepada orang yang membutuhkan.
Richard menegaskan bahwa niat utamanya tetap untuk membantu korban banjir, bukan untuk mencari keuntungan. Ia merasa tidak ada yang salah bila usahanya digunakan sebagai sarana mengumpulkan donasi tambahan.
Menurutnya, selama transparan dan korban mendapatkan bantuan, publik seharusnya tidak terburu-buru menghakimi. Pesan yang ia tekankan sangat jelas.
“Bentuk kepedulian itu tidak selalu sama. Ada yang membantu langsung, ada yang membantu lewat tenaga, ada yang membantu lewat usaha yang mereka jalani. Yang penting adalah niat dan manfaatnya sampai," ujarnya.
Pada akhirnya, respons Richard Lee memberi pelajaran bermakna: niat baik tidak selalu disambut dengan baik, tetapi selama bantuan tersalurkan dan tidak merugikan siapa pun, maka kepedulian tetaplah kepedulian.
Perbedaan cara bukan alasan untuk saling direndahkan, karena ketika bencana datang, yang dibutuhkan masyarakat bukan perdebatan, tetapi uluran tangan.***
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Tanggapan Menohok dr. Richard Lee Saat Disebut Bersimpati Palsu karena Donasi Harus Lewat Jualan Produk .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!