Ngerinya Ancaman Cancel Culture Netizen Korea Pasca Yoo Ah In Terciduk Party di Klub Pelangi Shanghai!

Doc: Allkpop

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Nama Yoo Ah In kembali menjadi badai dalam diskusi publik, dan kali ini bukan karena pencapaian akting atau proyek hiburan.

Sebuah unggahan yang viral menunjukkan bahwa aktor Korea Selatan tersebut diduga mengunjungi klub “pelangi” atau klub LGBT di Shanghai, Tiongkok.

Foto-foto dan kesaksian para pengunjung klub menyebutkan bahwa ia terlihat berpesta dengan intens, yang kemudian memantik gelombang reaksi keras dari netizen Korea, reaksi yang bahkan terkesan seperti ancaman psikologis terhadap karier dan kehidupannya.

Tanggapan Keras Netizen Korea

Melansir dari laman Allkpop, kolom komentar langsung dibanjiri pendapat pedas. Komentar-komentar yang tersebar menunjukkan bahwa netizen seolah menilai perilaku Yoo Ah In di klub sebagai bukti bahwa ia telah kehilangan batas dan secara terbuka “hidup sesuka hati tanpa peduli pandangan publik.”

Beberapa komentar terdengar menyindir. “Serius, dia benar-benar menjalani hidup dengan melakukan semua yang dia mau…” dan “... Mengesankan”, yang mengandung nada ironi bahwa kebebasan personal aktor tersebut dipandang sebagai bentuk pemberontakan dari etika selebritas.

Ancaman Cancel Culture

Tidak sedikit pula komentar yang secara langsung meruntuhkan eksistensinya di industri. Salah satu komentar tegas berbunyi “Baiklah, hiduplah seperti itu saja. Jangan pernah berakting lagi.”

Kalimat itu menggambarkan penolakan total terhadap kemungkinan Yoo Ah In kembali ke layar. Kalimat lain seperti “Karena semuanya sudah terbongkar, kurasa dia hidup bebas sekarang…” menunjukkan anggapan bahwa isu orientasi seksual aktor tersebut kini dianggap sebagai fakta dan alasan untuk “mengasingkannya” dari dunia hiburan.

Yang paling menyentak adalah bagaimana sebagian netizen menggunakan orientasi seksual yang bahkan belum terkonfirmasi sebagai senjata.

Komentar seperti “Jadi dia benar-benar gay ya… Kukira itu hanya rumor”* atau “Apa dia putus dengan boyfriend-nya?” bukan hanya menyudutkan, tetapi juga menggambarkan cara publik menghakimi kehidupan pribadi seseorang seolah mereka berhak menentukan moralitasnya.

Tidak sedikit komentar yang bernada sinis namun berbahaya, seperti “Dia bermain-main seperti dulu”, yang seolah menempatkan sang aktor sebagai figur bermasalah yang tidak layak diberi kesempatan kedua.

Ancaman paling nyata bukanlah ancaman fisik, melainkan ancaman reputasi dan masa depan. Di industri hiburan Korea yang sangat bergantung pada citra, gelombang opini negatif bisa sama mematikannya dengan skandal kriminal.

Publik dapat menghapus karier seorang selebritas hanya melalui persepsi kolektif, dan komentar-komentar yang menyudutkan Yoo Ah In sekarang ibarat pagar yang mengunci pintu kembalinya.

Terlepas benar tidaknya rumor yang memicu kemarahan ini, fenomena tersebut menunjukkan pola yang mengkhawatirkan: kehidupan pribadi seseorang bahkan dalam ruang privat, tidak lagi dianggap “pribadi” saat ia seorang selebritas.

Isu serupa pernah terjadi pada tahun 2016 dan juga 2022 lalu. Namun pihaknya memberi pembelaan dan menyangkal isu yang menyebutnya penyuka sesama jenis.

Sementara untuk isu yang hangat baru-baru ini, pihak Yoo Ah In dan agensi masih diam belum memberikan klarifikasi.***

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN