Cancel Culture pada Insanul Fahmi Menguat, Brand Ini Tegaskan Ogah Usahanya Disangkutkan Pautkan

Doc: YouTube dr Richard Lee

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Isu perselingkuhan yang menyeret nama Insanul Fahmi dengan Inara Rusli bukan hanya menjadi gosip panas di jagat media sosial, tetapi juga memicu gelombang cancel culture yang semakin menguat terhadap sosok Fahmi.

Sejak kabar dugaan nikah siri dan hubungan gelap tersebut mencuat, publik bereaksi keras, khususnya warganet yang menuntut pertanggungjawaban moral sekaligus menolak segala bentuk branding positif terhadap Fahmi di ruang publik.

Fenomena ini terlihat jelas dari berbagai komentar negatif hingga upaya menjauhkan nama Fahmi dari sejumlah usaha ataupun komunitas yang dianggap terkait dengannya.

Rucci+ Tegaskan Tak Kerja Sama

20251130034659_Screenshot_101.jpg

Salah satu yang paling menonjol terjadi pada Rucci+ Clubhouse, sebuah tempat nongkrong dan komunitas yang berkembang dari usaha awal bernama Rucci Art Cycles, bisnis perlengkapan sepeda di Jalan Dewa Ruci No. 3. Dalam perjalanannya, konsep Rucci berkembang menjadi wadah untuk semua kalangan, dan pada Mei lalu resmi membuka Rucci+ Clubhouse di Jalan KH Agus Salim No. 5, Medan.

Namun, alih-alih menikmati momentum positif ekspansi bisnis, Rucci+ justru terseret badai setelah banyak netizen mengira tempat tersebut dimiliki oleh Insanul Fahmi.

Dalam kondisi sorotan publik yang memanas, muncul spekulasi bahwa usaha tersebut terkait dengan Fahmi, sehingga warganet ramai-ramai menyerukan boikot.

Melihat situasi yang makin tidak kondusif, admin Rucci+ mengeluarkan klarifikasi tegas melalui akun media sosial mereka:

“Sebagai klarifikasi, kami tegaskan bahwa Rucci+ tidak dimiliki atau dikelola oleh Insanul Fahmi. Seluruhnya berada di bawah SMEC Group. Terima kasih atas pengertiannya.”

Respon Netizen

Klarifikasi tersebut memancing respons cepat dari netizen. Bahkan, ada yang menuliskan, “Hampir percaya, tks admin,” menandakan betapa kuatnya asumsi publik mengenai keterlibatan Fahmi.

Menariknya, admin Rucci+ membalas dengan nada emosional namun jujur. “Sama2 kak, kami pun nggak mau kalau dia yang punya,” ditutup dengan emoji menangis.

Komentar-komentar lain memperlihatkan bahwa publik semakin kritis dan tidak ingin dikaitkan dengan figur yang tengah bermasalah secara moral.

Seorang netizen bernama @zuhra** bahkan menulis, “keknya semua di akuin idung belang itu, susi catering di akui punya dia, ini lagi rucci oalahhhhh.”

Pernyataan ini menggambarkan ketidakpercayaan warganet terhadap setiap klaim kepemilikan usaha yang dikaitkan dengan Fahmi. Admin kembali menegaskan bahwa SMEC Group hanya memiliki satu owner dan tidak pernah bekerja sama dengan Fahmi, bahkan menyarankan pengecekan ke Wikipedia.***

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN