Rahasia Sarapan Anti Bikin Gendut ala Ade Rai, Mulai Hari Tanpa Lonjakan Gula Darah

Doc: Instagram/@ade_rai

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Bagi banyak orang, sarapan dianggap sebagai ritual wajib di pagi hari. Menu seperti roti, nasi, sereal, atau makanan berat lainnya sering kali dipilih dengan alasan memberi energi sebelum mulai beraktivitas.

Namun, pandangan berbeda datang dari Ade Rai, atlet binaraga dan edukator kesehatan yang dikenal luas di Indonesia. Menurutnya, sarapan justru dapat menjadi momen penting untuk mengoptimalkan pembakaran lemak, asal dilakukan dengan cara yang tepat.

Asupan Ringan

Ade Rai menyebut bahwa pada pagi hari idealnya tubuh hanya diberi asupan ringan berupa air putih, kopi, teh, atau cuka apel, seluruhnya tanpa gula. Pilihan ini dianggap membantu tubuh memulai hari tanpa meningkatkan lonjakan kadar gula darah.

“Jadi pada saat jam sarapan, idealnya kita hanya konsumsi air putih, kopi, teh, atau cuka apel. Semuanya tanpa gula,” ujarnya melalui akun TikTok @aderai_ofc, dikutip Selasa (25/11).

Menurut Ade Rai, asupan ringan di pagi hari membantu menjaga sensitivitas insulin dan memberi kesempatan tubuh untuk menggunakan cadangan energi yang sudah tersedia, bukan menambah lagi timbunan dari makanan yang berlebihan.

Ketika gula darah tidak melonjak, tubuh tidak terdorong menyimpan energi menjadi lemak. Sebaliknya, ia cenderung memanfaatkan simpanan lemak sebagai bahan bakar.

Menu ringan bukan berarti kebutuhan nutrisi diabaikan. Jika seseorang ingin tetap mengonsumsi protein, Ade Rai menyarankan telur sebagai pilihan sederhana dan ideal. Ia menambahkan bahwa rasio putih dan kuning telur dapat disesuaikan dengan kebutuhan tubuh dan tujuan kebugaran.

“Rasio putih dan kuning telur yang bisa disesuaikan, seperti 3 putih telur dan 1 kuning, 2 banding 1, atau 1 banding 1, tergantung kebutuhan,” jelasnya.

Proporsi ini memungkinkan orang mendapatkan protein dengan lemak seminimal mungkin apabila sedang fokus membakar lemak.

Skipping Breakfast

Menariknya, Ade Rai juga menyampaikan sebuah tip yang mungkin bertentangan dengan kebiasaan masyarakat pada umumnya, yakni ketidakharusan sarapan bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan atau yang dikenal sebagai skipping breakfast.

Dalam sebuah podcast bersama Kemal Palevi yang diunggah pada 28 September, ia mengungkapkan bahwa anjuran tersebut berlaku terutama bagi mereka yang memiliki kelebihan lemak tubuh.

“Tapi kebanyakan dari kita kan kegemukan. Hampir sebagian besar pasti punya cadangan lemak lebih dari 10 bahkan 20 kilogram. Jadi kalau saya bilang mau menurunkan berat badan, khususnya lemak, momentum zona bakar lemak setiap hari yang ada di depan mata kenapa tidak dimanfaatkan?” jelasnya.

Dari pandangan tersebut, pesan yang ingin disampaikan Ade Rai cukup jelas, tubuh memiliki cadangan energi yang besar dalam bentuk lemak.

ika tujuan seseorang adalah menurunkan berat badan, terutama lemak, pagi hari bisa menjadi momentum emas untuk membiarkan tubuh mengakses cadangan energi itu sebelum diberi asupan kalori baru.

Pendekatan sarapan anti bikin gendut ala Ade Rai bukan tentang menghilangkan makanan, tetapi tentang memahami kapan tubuh paling siap membakar lemak dan bagaimana mengatur asupan agar metabolisme bekerja lebih efektif.

Bagi mereka yang sedang menjalankan misi hidup sehat, mungkin sudah saatnya mempertimbangkan cara baru memulai hari.***

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN