Muak dengan Kelicikan di Balik Layar? Juri Miss Universe Ini Pilih Resign Hingga Bongkar Isu Permainan Pemenang
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Setelah kemenangan Miss Mexico, Fatima Bosch sebagai Miss Universe 2025, ajang kecantikan dunia Miss Universe kembali menyita perhatian publik.
Namun kali ini bukan karena prestasi para kontestannya, melainkan kontroversi panas di belakang panggung.
Seorang juri resmi, musisi Lebanon-Prancis Omar Harfouch, secara terbuka mengumumkan pengunduran dirinya setelah mengaku menemukan praktik yang ia sebut sebagai “kelicikan” dalam proses penjurian.
Ada Panitia Tak Resmi

Harfouch mengungkapkan bahwa ia menemukan adanya panitia tidak resmi yang berperan sebagai impromptu jury atau juri dadakan.
Kelompok ini diduga memilih 30 finalis secara diam-diam, tanpa melibatkan delapan juri resmi termasuk dirinya. Padahal, para juri resmi tersebut ditugaskan untuk menilai para peserta melalui proses yang transparan dan adil.
“Sebuah juri dadakan telah dibentuk untuk memilih 30 finalis… tanpa kehadiran delapan anggota juri resmi, termasuk saya,” ungkap Harfouch di laman Instagramnya.
Ia kemudian merilis pernyataan resmi mengenai keputusan mundurnya dari posisi juri final Miss Universe 2025, langkah yang menurutnya tidak mudah tetapi perlu dilakukan demi integritas pribadi. Harfouch membeberkan dua alasan utama yang membuatnya tidak lagi sanggup bertahan dalam kompetisi tersebut.
Pertama, ia mengaku bahwa dua hari sebelum babak final, dilakukan suara rahasia untuk menentukan 30 semifinalis dari total 136 kontestan.
Rekomendasi juga buat kamu:
Namun pemungutan suara tersebut dilakukan oleh pihak-pihak yang bukan juri resmi. Bahkan, hasil pemilihan 30 besar itu hanya diketahui oleh satu orang, yang disebut Harfouch terafiliasi dengan sebuah organisasi nasional dari salah satu negara peserta.
Kondisi ini menurutnya merupakan konflik kepentingan serius, karena seseorang yang punya keberpihakan terhadap negara tertentu tidak seharusnya memegang kewenangan eksklusif atas hasil seleksi.
Harus Seolah Mendukung
Kedua, Harfouch menegaskan bahwa ia tidak bisa tampil di depan publik dan televisi seolah-olah mendukung hasil seleksi tersebut, padahal sama sekali tidak ikut terlibat.
Ia menilai bahwa penonton dari seluruh dunia nantinya akan mengira bahwa keputusan penentuan 30 besar berasal dari para juri resmi, dan ia tidak ingin memikul tanggung jawab moral atas keputusan yang tidak dibuatnya.
Ia juga menyinggung bahwa beberapa negara yang tersisih bisa saja memiliki sensitivitas geopolitik, rentan terhadap diskriminasi, atau bahkan berada dalam situasi perang.
Karena itu, menurutnya, ketidakadilan dalam seleksi bisa berimbas pada ketegangan internasional, bukan sekadar drama kompetisi kecantikan.
Keputusan Omar Harfouch memicu gelombang perbincangan di dunia pageant, bahkan memunculkan pertanyaan baru, benarkah Miss Universe masih murni ajang kompetisi, atau telah berubah menjadi permainan kepentingan di balik layar?
Hingga kini, pihak penyelenggara belum memberikan klarifikasi resmi terkait tudingan tersebut, tetapi publik tampaknya tidak akan berhenti menunggu.***
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Muak dengan Kelicikan di Balik Layar? Juri Miss Universe Ini Pilih Resign Hingga Bongkar Isu Permainan Pemenang .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!