Yasika Aulia Akui Kelola 41 Dapur MBG di Sulawesi Selatan, Netizen: Bisnis Keluarga?

Ket. Yasika Aulia

Doc: Instagram/yasikaauliaa

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Nama Yasika Aulia Ramadhani tengah menjadi sorotan publik setelah pernyataannya mengenai pengelolaan 41 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Sulawesi Selatan viral di media sosial.

Sosok perempuan berusia 20 tahun ini mendadak ramai diperbincangkan di platform seperti Instagram hingga Twitter, menyusul klaimnya sebagai pengelola puluhan dapur MBG.

Fenomena ini mencuat saat peresmian salah satu dapur MBG di Jalan Merdeka, Kelurahan Manurunge, Kabupaten Bone, pada Jumat (14/11/2025). Dalam acara tersebut, Yasika yang hadir sebagai pembicara utama mengungkap bahwa Yayasan Yasika Group yang dipimpinnya telah mengoperasikan sejumlah dapur MBG di berbagai daerah di Sulsel.

Pernyataan tersebut langsung menarik perhatian publik, terutama setelah terungkap bahwa Yasika merupakan putri dari Wakil Ketua II DPRD Sulsel, Yasir Machmud, yang diketahui turut memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan sosial tersebut.

Di media sosial, berbagai unggahan mengenai kiprah Yasika dengan cepat menyebar dan memancing diskusi luas. Akun-akun populer seperti @indonesian.core dan @bakuldimsum_ ikut membagikan informasi terkait jaringan dapur MBG yang disebut dikelola oleh Yasika.

Dalam pernyataannya, Yasika menyebut total ada 41 dapur yang beroperasi di sejumlah kabupaten/kota. Rinciannya mencakup 16 dapur di Kota Makassar, 3 dapur di Parepare, 2 dapur di Kabupaten Gowa, serta 10 dapur yang baru saja diresmikan di Kabupaten Bone.

Selain itu, beberapa dapur lain saat ini tengah dipersiapkan di kecamatan Tanete Riattang dan Tellu Siattinge.

Program dapur MBG sendiri tidak hanya menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat, tetapi juga bertujuan memberdayakan ekonomi lokal. Hal ini dilakukan dengan melibatkan para petani dan pekebun sebagai pemasok utama bahan baku.

Namun, pernyataan Yasika yang awalnya diperkirakan menuai pujian justru memicu beragam reaksi dari warganet. Respons kritis bermunculan, terutama setelah akun Instagram @pembasmi.kehaluan.reall mengunggah ulang berita mengenai klaim Yasika tersebut.

Beberapa komentar bernada sinis langsung mengisi kolom komentar. “Udah kaya aja rakus, apa salahnya berbagi dengan yang lain? Bener-bener emang pejabat dikonoha,” tulis seorang netizen.

Komentar lain menyusul, “Udah nggak heran sih, kalau ada bisnis segar pasti ada jatah buat keluarga.” Seorang netizen lain juga menambahkan, “Monopoli cuk… pantes mau daftar link-nya ditutup.”

Meski kritik bermunculan, sebagian pihak tetap menilai bahwa keberadaan dapur MBG membawa manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam hal penyediaan makanan bergizi dan dukungan terhadap sektor pertanian lokal.

Publik kini menantikan bagaimana Yasika serta yayasan yang dipimpinnya menanggapi berbagai kritik tersebut. Selain itu, perhatian juga tertuju pada bagaimana kelanjutan operasional puluhan dapur MBG yang kini tersebar di Sulawesi Selatan.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN