Drama Cerita dr Gia Soal Rahim Copot Gegerkan Dunia Medis: Ketika Curiga Rekan Sejawat Dipatahkan Saksi Hidup 15 Tahun Lalu

Senin, 17 Nov 2025, 09:45 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kisah dr Gia Pratama tentang pasien dengan rahim yang terlepas mendadak menjadi perbincangan panas di media sosial.

Cerita yang awalnya dibagikan secara ringan itu justru memicu gelombang komentar dari rekan sejawatnya sesama dokter, sebagian mendukung, sebagian lagi meragukan kebenarannya.

Peristiwa ini bermula ketika dr Gia sedang menjalankan tugas jaga dini hari di IGD RSUD dr Slamet Garut.

Ket. Foto: Cerita dr Gia soal Rahim Copot Tak Dipercayai Rekan Sejawat. — Sumber: Instagram/@giapratamamd

Seorang pria datang dengan wajah panik, membawa sebuah kantong kresek hitam dan meminta konsultasi.

Rasa penasaran dr Gia langsung berubah menjadi keterkejutan luar biasa ketika ia melihat isi kantong tersebut.

“Masya Allah, ini rahim. Pemiliknya di mana?” ujar dr Gia kaget.

Tak lama kemudian, masuklah seorang ibu dalam kondisi sangat lemah. Wajahnya pucat, tekanan darahnya hanya 70/0, jauh dari angka normal 110/80. Dari penuturan keluarga, sang ibu baru saja melahirkan dengan bantuan dukun beranak.

Menurut dr Gia, kondisi itu terjadi karena plasenta yang masih menempel pada rahim seharusnya dibiarkan beberapa menit hingga terlepas dengan sendirinya.

Namun sang dukun diduga terlalu terburu-buru menarik tali pusar hingga rahim tertarik keluar bersamaan.

Penjelasan ini membuat Raditya Dika, yang saat itu mendengarkan kisah tersebut dalam sebuah podcast, tampak terperangah.

Meski kisah itu viral, sejumlah dokter memberikan respons skeptis. Beberapa bahkan menuding dr Gia sengaja membesar-besarkan cerita demi popularitas.

Keraguan ini membuat topik semakin meledak di kalangan netizen.

Namun, situasi berubah ketika seorang dokter kandungan yang turut menangani kasus tersebut pada tahun 2010 akhirnya muncul.

20251117091717_WhatsApp-Image-2025-11-17-at-09.08.48.jpeg

Dok. Istimewa

dr dr Christofani E. SpOG SubspFER, yang melalui akun @christoekapatria, mengunggah foto dokumentasi lama kasus itu.

“Lima belas tahun lalu saya mem-posting foto ini di Facebook karena memang kasusnya sangat aneh. Sekarang kisahnya muncul lagi,” tulis dr Christo, seolah memberi validasi atas cerita dr Gia.

Di sisi lain, kisah ini juga membuka luka lama tentang budaya perundungan di dunia kedokteran. dr Tirta turut bersuara, menyesalkan sikap sejumlah dokter yang menurutnya terlalu cepat mencibir tanpa menelaah fakta.

“Dokter senior ini masih saja reaktif kalau ada sesuatu yang viral. Nyinyir dulu, kritis belakangan,” tulisnya di Threads pada 15 November 2025.

dr Tirta mengaku pernah mengalami hal serupa, dibully sesama sejawat di ruang publik tanpa ada komunikasi pribadi terlebih dulu.

Ia menegaskan debat antar dokter sebetulnya bisa diselesaikan dengan saling berkirim pesan.

“Kalau serangnya di medsos, ya jangan kaget kalau dibalas di tempat yang sama. Ini media sosial, bukan ruang dokter,” tutupnya.

  • Rahim
  • Raditya Dika

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.