Profil dr Elda Putri Rahardini, Dokter Awardee LPDP yang Viral Usai Komentar Sadis ke Pasien BPJS
Rabu, 05 Agu 2026, 13:45 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Nama dr Elda Putri Rahardini menjadi sorotan publik setelah komentarnya terhadap pasien BPJS Kesehatan, Yurizal Tri Chaerawan, viral di media sosial.
Komentar tersebut memicu kecaman luas dari warganet karena dinilai tidak mencerminkan empati seorang tenaga kesehatan, terlebih setelah Yurizal meninggal dunia.
Polemik yang berkembang memicu perbincangan luas mengenai etika tenaga kesehatan dalam menggunakan media sosial. Di balik kontroversi tersebut, dr Elda diketahui memiliki rekam jejak akademik yang mentereng dengan latar belakang pendidikan di dalam dan luar negeri.

Sumber: Instagram
Profil dr Elda Putri Rahardini
Berdasarkan profil profesional yang tersedia untuk publik, dr Elda Putri Rahardini merupakan alumnus Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM).
Dia menyelesaikan pendidikan Doctor of Medicine (M.D.) di UGM dengan predikat cum laude sebelum melanjutkan studi ke luar negeri.
Setelah lulus dari UGM, dr Elda melanjutkan pendidikan doktoral (Ph.D.) di Kobe University, Jepang, dengan bidang studi Cardiovascular Science atau ilmu kardiovaskular.
Pendidikan tersebut ditempuh melalui program beasiswa bergengsi. dr Elda tercatat sebagai awardee LPDP sekaligus penerima beasiswa Monbukagakusho (MEXT) dari Pemerintah Jepang.
Melalui akun LinkedIn miliknya, dr Elda juga pernah mencantumkan pengalaman sebagai PGY1 Internal Medicine Resident atau residen tahun pertama di bidang penyakit dalam.
Awal Mula Polemik hingga Viral di Media Sosial
Nama dr Elda mulai ramai diperbincangkan setelah akun Threads yang dikaitkan dengannya mengomentari unggahan Yurizal Tri Chaerawan, pasien BPJS Kesehatan yang mengeluhkan harus menunggu sekitar delapan jam untuk mendapatkan ruang rawat inap di rumah sakit.
Saat itu, dr Elda menuliskan komentar yang berbunyi, "PP-nya kaya orang have tetapi aslinya haven't kah? Haven't some brain cells."
Komentar tersebut langsung menuai kritik dari warganet karena dianggap menghina pasien dan tidak menunjukkan empati. Polemik semakin membesar setelah Yurizal meninggal dunia pada 31 Juli 2026.
Kasus tersebut kemudian memicu perbincangan luas mengenai etika dokter dan tenaga kesehatan dalam menggunakan media sosial.
Dokter Elda Sampaikan Permintaan Maaf Terbuka
Di tengah derasnya kritik publik, dr Elda akhirnya menyampaikan permintaan maaf melalui surat pernyataan yang beredar pada Selasa (4/8/2026). Dalam surat tersebut, dia mengakui komentarnya tidak pantas dan tidak mencerminkan nilai-nilai profesi kedokteran.
"Saya mengakui sepenuhnya bahwa komentar yang saya tuliskan melalui akun media sosial saya beberapa waktu lalu sangatlah tidak pantas, tidak etis, dan menunjukkan ketiadaan empati," tulis dr Elda.
Dia juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga besar almarhum Yurizal, kerabat, serta masyarakat luas.
Menurutnya, sebagai seorang dokter, dirinya seharusnya menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, kasih sayang, dan empati dalam setiap tindakan maupun ucapan.
"Saya sangat menyesali bahwa tindakan saya sama sekali tidak mencerminkan sumpah profesi kedokteran maupun etika dan moral yang seharusnya saya junjung tinggi," lanjutnya.
Selain menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Yurizal, dr Elda menegaskan siap menerima kritik maupun konsekuensi atas tindakannya. Dia juga berjanji menjadikan peristiwa tersebut sebagai pelajaran agar lebih bijak dan berhati-hati dalam menggunakan media sosial.
- dr Elda Putri Rahardini
- Dokter Komentar Sadis ke Pasien BPJS
Redaktur: Fitrya A Kusumah
Penulis: Fitrya A Kusumah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.