Kisah Rahim Copot Bikin Geger Warganet, Apa Penyebab Medisnya?

Ket. Ilustrasi Rahim Pada Wanita

Doc: Freepik

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kasus “rahim copot” kembali viral di media sosial setelah seorang dokter IGD menceritakan pengalamannya dalam sebuah podcast bersama Raditya Dika.

Dalam cerita tersebut, sang dokter mengungkap bahwa ia pernah menangani seorang ibu yang baru melahirkan melalui bantuan dukun beranak, lalu mengalami perdarahan hebat karena “rahimnya copot”.

Kisah itu memicu diskusi luas di dunia maya, terutama soal bagaimana kondisi tersebut bisa terjadi secara medis.

Apa Itu 'Rahim Copot'?

Dalam dunia medis, kondisi yang disebut “rahim copot” dikenal sebagai inversio uteri, yaitu keadaan di mana rahim terbalik dan sebagian atau seluruhnya keluar melalui vagina setelah proses persalinan.

Kondisi ini termasuk gawat darurat obstetri karena dapat menyebabkan perdarahan hebat dan mengancam nyawa bila tidak segera ditangani.

Kasus ini umumnya terjadi akibat penarikan paksa plasenta atau tali pusar setelah bayi lahir. Saat tali pusar ditarik terlalu kuat—apalagi disertai dorongan atau tekanan pada perut hingga rahim dapat ikut tertarik keluar.

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko inversio uteri meliputi:

Gejala Rahim Copot

Tanda dan gejala dapat berbeda tergantung tingkat keparahan kondisi. Gejala awal yang biasanya muncul:

  • Perdarahan hebat

  • Nyeri perut bagian bawah

  • Tekanan darah menurun

  • Keluar urine tanpa disadari

Jika kondisi memburuk, gejala dapat berkembang menjadi:

  • Pusing, lemas, kebingungan

  • Detak jantung meningkat, napas pendek

  • Keringat dingin

  • Kram otot serta rasa haus berlebihan

Penanganan Darurat

Inversio uteri harus ditangani secepat mungkin.

Metode penanganan awal yang umum dilakukan adalah Johnson maneuver, yaitu memasukkan kembali rahim secara manual bila bagian rahim belum keluar sepenuhnya.

Namun dalam kasus ekstrem seperti yang diceritakan dalam podcast, ketika rahim sudah terlepas total, penanganan dapat mencakup:

  • Operasi rekonstruksi vagina

  • Perbaikan organ lain yang terdampak

Meski tampak menakutkan, masyarakat tidak perlu panik. Kasus “rahim copot” sangat jarang terjadi, dan sebagian besar kasus timbul akibat penanganan persalinan yang tidak sesuai prosedur, seperti menarik tali pusar secara paksa.

Selama persalinan dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional, kondisi ini dapat dicegah sepenuhnya.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN