Aktivis Ren Beichuan Hilang Usai Ungkap Dugaan Pejabat Terlibat dalam Kematian Yu Menglong
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Hampir dua bulan sejak kematian misterius aktor Tiongkok Yu Menglong pada 11 September 2025, kemarahan publik belum juga reda. Meskipun banyak pertanyaan belum terjawab, pihak berwenang masih menolak membuka penyelidikan pidana.
Sebaliknya, otoritas Tiongkok memilih untuk menghapus unggahan, menangguhkan akun media sosial, dan membungkam setiap pembahasan yang berkaitan dengan kasus tersebut.
Namun, tindakan keras itu justru memicu efek sebaliknya. Di dunia maya, baik di dalam maupun luar Tiongkok, gelombang kemarahan publik semakin meluas.
Salah satu figur yang memimpin seruan keadilan adalah Ren Beichuan, yang memperkenalkan dirinya sebagai “prajurit veteran” sekaligus “keturunan keluarga revolusioner.” Aktivismenya membuatnya berada dalam ancaman penahanan.
Rekomendasi juga buat kamu:
Usai kematian Yu, Ren muncul sebagai salah satu suara paling vokal menuntut akuntabilitas. Ia mengaku pernah ditahan selama dua minggu di Beijing karena mempertanyakan narasi resmi pemerintah.
Pada 25 Oktober, Ren mengumumkan bahwa ia telah melaporkan seorang tokoh penting yang disebutnya terlibat langsung dalam kasus kematian Yu.
“Orang yang saya laporkan,” tulisnya, “adalah satu-satunya yang pernah saya sebut secara spesifik saya hampir melaporkannya langsung di depan wajahnya.”
Melalui akun cadangannya, ia menambahkan, “Dia sosok sentral, urat nadi kasus ini. Siapa pun yang menyebut namanya langsung diserang.”
Tak lama setelah unggahan itu muncul, akun Ren disensor. Publik menduga bahwa nama yang dimaksud adalah Wang Xiaohong, Menteri Keamanan Publik Tiongkok.
Sehari kemudian, pada 26 Oktober, Ren menulis peringatan terakhirnya “Jika aku tiba-tiba diam atau memposting sesuatu yang bertentangan dengan kehendakku, itu berarti aku telah ditangkap.”
Dua hari berselang, akun utama dan cadangannya ditutup, dan berdasarkan lokasi terakhirnya di Beijing, banyak yang menduga Ren kembali ditahan.
Sumber internal menyebut bahwa tudingan Ren “mengguncang pejabat tinggi,” bahkan memicu rapat darurat di lingkungan Kongres Rakyat Nasional (NPC).
Pengamat independen Li Muyang menegaskan, Ren secara terbuka menuding Wang Xiaohong melindungi para tersangka, serta menyebut nama Li Ming (Jiguang Guang), cucu mantan Perdana Menteri Li Peng, dan Cai Yijia, anak tidak sah pejabat tinggi Partai Komunis Cai Qi.
Di media sosial, dukungan untuk Ren terus membanjir. Banyak yang memujinya sebagai “pembawa keadilan sejati” dan menyerukan boikot terhadap industri hiburan Tiongkok “Jika mereka membungkam kita, kita akan bungkamkan industri mereka.”
Pada 30 Oktober, Ren sempat muncul kembali di Weibo, mengunggah foto kartu identitas militernya dan menulis, “Satu-satunya kekuatan yang bisa menahan pemerintah adalah militer.”
Ia menyerukan para veteran untuk bersuara demi transparansi. Namun, unggahannya segera dihapus, dan beberapa hari kemudian ia kembali hilang.
Terakhir kali terlihat pada 2 November 2025, Ren memposting lokasi GPS di Andersen Garden, tempat Yu Menglong ditemukan tewas, dengan pesan samar, “Bertemu orang yang seharusnya kutemui. Aman untuk posting ini.” Beberapa jam setelah unggahan itu, ia kembali menghilang.
Rekan-rekannya menduga Ren kini ditahan dan dijadikan kambing hitam dengan tuduhan penyebar rumor dan kontrarevolusioner. Akun pendukungnya, Beixing Qiye, mengaku telah ditangguhkan 31 kali karena terus bersuara. “Yang kupakai sekarang adalah akun nomor 32,” tulisnya.
Publik kini menunggu kejelasan nasib Ren Beichuan jadi simbol keberanian yang menolak bungkam dalam kasus kematian Yu Menglong yang hingga kini penuh tanda tanya.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Aktivis Ren Beichuan Hilang Usai Ungkap Dugaan Pejabat Terlibat dalam Kematian Yu Menglong .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!