K-Pop 'Hilang' dari China Selama 9 Tahun, Harapan Baru Muncul Pasca HYBE Bangun Kantor di Beijing

Doc: Instagram/@ong.manadarin

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Selama hampir sembilan tahun, industri hiburan Korea Selatan seakan lenyap dari radar Tiongkok.

Tak ada konser K-pop, tak ada drama Korea di televisi, bahkan penampilan artis-artis Korea di acara-acara besar pun hilang tanpa jejak.

Fenomena ini bukan tanpa sebab, semuanya berawal dari konflik politik yang terjadi pada tahun 2016.

Penyebab Konflik

Dilansir dari laman Instagram @mandarin.ong, kala itu, Korea Selatan memutuskan untuk memasang sistem pertahanan rudal THAAD (Terminal High Altitude Area Defense) yang dianggap pemerintah China sebagai ancaman bagi keamanan nasionalnya.

Sejak keputusan itu, Beijing secara tidak resmi mulai menerapkan larangan terhadap semua bentuk budaya asal Korea. Tanpa pengumuman formal, drama Korea lenyap dari platform streaming China, konser K-pop dibatalkan, dan artis-artis Korea dilarang tampil di televisi maupun acara publik.

Larangan tersebut kemudian dikenal dengan istilah “Hallyu Ban”, yang secara harfiah berarti larangan terhadap gelombang budaya Korea.

Dampaknya begitu besar, industri hiburan Korea kehilangan salah satu pasar terbesarnya di dunia. Menurut berbagai laporan, kerugian diperkirakan mencapai triliunan won setiap tahun, dengan banyak agensi dan merek kehilangan penghasilan besar dari kontrak dan tur konser di China.

Padahal sebelum larangan itu diberlakukan, pengaruh budaya Korea di Tiongkok sangat kuat, dari musik, drama, hingga produk gaya hidup.

Geliat Mulai Terlihat

20251107120331_Screenshot_45.jpg

Namun, setelah bertahun-tahun ketegangan diplomatik, angin perubahan mulai terasa. Hubungan antara Korea Selatan dan China perlahan mencair.

Sejumlah laporan menyebutkan bahwa pemerintah China mulai melonggarkan pembatasan terhadap konten Korea. Bahkan, beberapa konser K-pop kecil mulai mendapat izin digelar lagi di beberapa kota besar.

Salah satu tanda paling nyata datang dari agensi raksasa Korea, HYBE Entertainment, yang telah membuka kantor baru di Beijing.

Langkah ini dianggap sebagai sinyal bahwa industri hiburan Korea mulai bersiap menghadapi kemungkinan terbukanya kembali pasar China.

Jika situasi terus membaik, bukan tidak mungkin konser besar dari grup-grup seperti BTS, Seventeen, atau NewJeans akan kembali digelar di Negeri Tirai Bambu.

Meski belum ada pernyataan resmi dari pemerintah China mengenai pencabutan total “Hallyu Ban,” banyak pihak di industri hiburan Korea optimis bahwa era baru Hallyu di China sedang dimulai.

Suasana diplomatik yang semakin hangat dan meningkatnya kerja sama antarbudaya menjadi indikasi kuat bahwa masa-masa “blokade” hampir berakhir.

Jika pintu benar-benar terbuka kembali, dampaknya akan luar biasa, tidak hanya bagi ekonomi hiburan Korea, tetapi juga bagi jutaan penggemar di China yang telah menunggu hampir satu dekade untuk kembali menikmati konser dan drama Korea secara langsung.

Setelah sembilan tahun “menghilang,” tampaknya K-pop siap bersinar lagi di salah satu pasar terbesarnya di dunia.***

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN