Pesan Pilu Jerome Polin Usai Ayah Meninggal: Papa Pergi, Siapa yang Bakal Pijit Lagi?

Ket. Unggahan Jerome Polin.

Doc: Instagram/@jeromepolin

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Keluarga influencer dan YouTuber Jerome Polin tengah berduka setelah kehilangan sosok ayah yang sangat dicintainya, Marojahan Sintong Sijabat, yang tutup usia pada Kamis, 30 Oktober 2025.

Sebelumnya, Jerome mengabarkan kondisi ayahnya yang menurun drastis. Dengan harapan dan doa, ia terpanggil untuk terbang ke Surabaya dan menemani sang ayah di rumah sakit, memegang tangan sang ayah yang terbaring lemah, momen emosional yang kemudian ia bagikan kepada puluhan ribu pengikutnya.

Tangis Jerome pecah ketika ia mengumumkan berita duka itu melalui cerita Instagram.

“Selamat jalan, Papa. Jaga kami dari sana ya,” tulisnya, menyiratkan betapa besar cinta dan keakraban yang mereka miliki.

Hubungan mereka bukan sekadar anak-anak dengan ayah. Jerome mengungkap betapa sang ayah selalu ada untuknya, “Pa, siapa yang bakal randomly pijit-pijit Jerome lagi? Papa tahu Jerome suka banget dipijit papa, jadi papa suka pijit Jerome tiap ketemu.”

Ia bercerita bagaimana setiap sang ayah selalu tanpa diminta memijat pundak dan kepala Jerome ketika melihat dia kelelahan dan kurang tidur. Kenangan itu kini menjadi sebuah ruang hampa yang terasa begitu dalam bagi Jerome.

Dalam unggahan tersebut, pria berusia 27 tahun ini juga berbagi kisah manis saat sang ayah tertawa dan berjoget mengikuti alunan musik, momen sederhana yang kini menjadi kenangan sangat dirindukan.

“Pa, Jerome bakal kangen kerandoman dan kehebohan papa,” ungkapnya dengan nada sedih.

Kenangan lain yang tak kalah hangat adalah waktu mereka bernyanyi lagu-lagu Batak bersama, sambil Jerome bertanya arti lirik ke ayahnya, “Pa, bakal kangen nyanyi lagu-lagu Batak sambil nanya artinya apa ke papa.”

Tak hanya Jerome yang merasakan kehilangan ini. Kakak Jerome, Jehian Panangian Sijabat, ikut berbagi momen terakhir sang ayah. Ia mengunggah foto ayahnya di ranjang rumah sakit, infus sudah menempel, kepala menunduk sementara ia berdoa dalam kesakitan.

Jehian menuliskan, “Di tengah rasa sakitnya, kulihat Papa berdoa. Entah apa yang mereka bicarakan. Hanya Papa dan Tuhan yang tahu. Sekarang, Papa dan Tuhan sudah berjumpa. Mungkin mereka sedang bicara. Namun yang aku tahu, Papa sudah tidak sakit lagi.”

Berita kepergian sang ayah menyentuh banyak hati. Warganet hingga sesama influencer dan tokoh publik turut menyampaikan bela sungkawa dan doa agar Marojahan Sintong Sijabat mendapat tempat terbaik di sisi yang Maha Kuasa, sementara Jerome dan keluarga diberikan ketabahan dalam menghadapi hari-hari ke depan.

Dalam momen duka ini, kenangan sederhana menjadi begitu berarti, sentuhan pundak, giggle bersama lagu daerah, pijitan tak terduga, serta sesi nyanyi keluarga yang dulu dianggap biasa saja, semuanya kini tersimpan dalam ruang hati Jerome sebagai warisan cinta dan kehangatan sang ayah.

Bagi kita yang menyaksikan, ini menjadi pengingat bahwa waktu bersama orang-terkasih adalah sesuatu yang tak ternilai dan seringkali terlupakan sampai tak lagi bisa diulang.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN