Diisukan Tumbang Kena Santet, Pesulap Merah Akhirnya Buka Suara

Ket. Pesulap Merah diisukan disantet

Doc: Instagram/@marcelradhival1

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Nama Pesulap Merah kembali ramai diperbincangkan di media sosial setelah muncul kabar bahwa dirinya disebut tumbang akibat santet.

Kabar tersebut beredar luas lewat unggahan foto-foto lawas yang kembali diedit dan disebarkan, seolah memperlihatkan sang pesulap dalam kondisi sakit.

Namun, lewat video klarifikasinya baru-baru ini, Pesulap Merah menepis tegas tuduhan itu dan menyebut semuanya hanyalah hoaks lama yang diulang-ulang.

“Oh ini, pantesan aja pas lagi live banyak yang nanya, ‘Bang katanya disantet? Bang katanya tumbang?’” ujarnya sambil tertawa dalam unggahan terbarunya.

Sebut Hanya Hoax

Ia menuturkan jika berita bohong sudah terjadi dari beberapa tahun lalu, termasuk tersebarnya foto editan tersebut.

“Ini dukun-dukun ketika gak bisa ngebuktiin apa pun dari halusinasi dan kedunguannya, mereka akan buat hoax tentang Pesulap Merah. Dari dulu, dari tahun 2022, editan foto ini udah ada, berita hoax-nya terus digaungkan,” lanjutnya.

Pernyataan itu disampaikan Pesulap Merah sebagai tanggapan atas meningkatnya rumor yang menyebut ia menjadi korban serangan ilmu hitam setelah pernyataannya menantang bukti keberadaan santet.

Sempat Tawarkan Hadiah Fantastis

Sebelumnya, ia sempat viral karena menawarkan hadiah rumah tunai dan uang Rp25 juta per bulan seumur hidup bagi siapa pun yang bisa membuktikan santet benar-benar ada.

Tantangan itu menimbulkan pro dan kontra, terutama di kalangan yang masih mempercayai praktik mistik tersebut.

Kini dalam klarifikasinya, Pesulap Merah menegaskan bahwa dirinya dalam kondisi fit dan bahagia. 

“Padahal gue sehat-sehat aja, gue bahagia-bahagia aja dari dulu,” katanya.

Ia juga mengajak publik untuk tidak mudah percaya pada kabar tanpa bukti, apalagi yang berasal dari akun anonim atau sumber yang tidak kredibel.

Fenomena penyebaran hoaks semacam ini, menurutnya, justru menunjukkan betapa masih banyak masyarakat yang belum bisa membedakan antara kepercayaan, hiburan, dan kenyataan ilmiah.

“Kalau gak bisa buktiin, jangan malah bikin fitnah. Santet itu gak ada bukti ilmiahnya, tapi korban dari fitnah santet nyata ada, dari dulu sampe sekarang,” ujarnya menyinggung sejarah kelam tragedi 1998–1999 di Banyuwangi yang menewaskan banyak orang akibat tuduhan dukun santet.

Sikap tegas Pesulap Merah itu kembali menegaskan misinya sejak awal melawan kebodohan dan penipuan berkedok supranatural.

Ia berharap masyarakat tidak lagi mudah termakan narasi mistik yang hanya menumbuhkan ketakutan dan kebencian.

“Gue cuma mau ajak orang pakai logika dan bukti, bukan rasa takut. Karena yang bahaya bukan santetnya, tapi kebodohan yang terus diwariskan,” pungkasnya.***

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN