Julia Prastini Kian Dirujak Netizen! Klarifikasinya Diduga Hasil AI 97,67 Persen

Ket. Klarifikasi Julia Prastini viral

Doc: Instagram/@juliaprt7

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Nama Julia Prastini kembali memanas di media sosial setelah unggahan klarifikasinya menuai dugaan baru dari publik. 

Setelah sebelumnya dikritik karena dianggap lebih fokus pada brand ketimbang penyesalan pribadi, kini netizen menduga bahwa pernyataan klarifikasi Julia ditulis dengan bantuan kecerdasan buatan (AI).

Isu ini mencuat setelah seorang pengguna Facebook bernama Al Fatin membagikan tangkapan layar yang menunjukkan analisis teks dari unggahan Julia dengan label AI Generated sebesar 97,67%.

Dalam unggahannya, ia menulis, “Jule… Oh Jule… Nulis klarifikasi aja pake ChatGPT! Astagaa…”.

Unggahan tersebut langsung viral di berbagai platform seperti TikTok dan X  memunculkan perdebatan soal keaslian tulisan klarifikasi Julia yang dianggap terlalu rapi, formal, dan minim emosi.

Klarifikasi Dinilai Terlalu Sempurna

Banyak warganet menilai gaya bahasa dalam pernyataan Julia terasa seperti hasil editan mesin.

Kalimatnya dianggap terlalu tersusun sistematis dengan struktur akademis, berbeda jauh dari cara Julia biasanya menulis caption di media sosial.

Hal ini memperkuat asumsi bahwa klarifikasi tersebut dibuat bukan secara spontan, melainkan hasil rancangan pihak lain, alat berbasis AI seperti ChatGPT.

Dampak Cancel Culture dan Putusnya Kontrak Brand

Isu dugaan penggunaan AI dalam klarifikasi ini datang di tengah badai cancel culture yang sedang menimpa Julia.

Setelah rumor perselingkuhannya dengan Safrie Ramadan mencuat, sejumlah brand yang sebelumnya bekerja sama dengannya dikabarkan telah memutus kontrak secara sepihak.

Publik menilai klarifikasi Julia terlalu terlambat dan tidak berhasil mengembalikan kepercayaan para sponsor.

Beberapa komentar netizen bahkan menyebut bahwa Julia baru mengeluarkan klarifikasi setelah beberapa brand besar menghentikan kerja sama, memperkuat kesan bahwa pernyataan itu lebih bersifat penyelamatan citra ketimbang permintaan maaf tulus.

“Kalau bener nulisnya pakai AI, berarti klarifikasinya bukan dari hati. Wajar aja brand pada mundur,” tulis akun TikTok @kikiwahyu**, yang juga sempat viral karena kritik tajamnya terhadap isi klarifikasi Julia.

Reputasi yang Terus Menurun

Akibat rentetan isu ini, reputasi Julia sebagai kreator digital yang sebelumnya dikenal hangat dan elegan kini merosot tajam.

Banyak netizen menyerukan untuk berhenti mengikuti akun miliknya dan melaporkan unggahan-unggahan promosi.

Gelombang cancel culture ini semakin kuat setelah bukti visual dan isu tentang perselingkuhannya ramai diberitakan.

Kini, disaat Julia mengalami cancel culture, Na Daehoon justru sebaliknya. Ia kebanjiran job dari berbagai brand yang memilih dirinya sebagai bintang baru.***

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN