Indonesia dan Brasil Inginkan Gencatan Senjata di Palestina dan Ukraina

Doc: istimewa

JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva memiliki pandangan yang sama terkait isu politik global, terutama mendorong terciptanya gencatan senjata di Palestina dan Ukraina.

“Di bidang politik internasional kita saling mendukung, sikap kita sama. Begitu juga terkait Palestina dan Ukraina, kita ingin gencatan senjata secepatnya," kata Prabowo dalam pernyataan bersama dengan Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva di Istana Merdeka, Kamis (23/10).

Presiden Prabowo mengatakan kedua negara menilai pentingnya perdamaian yang nyata dan solusi politik yang berkeadilan, khususnya melalui pendekatan solusi dua negara untuk penyelesaian konflik di Timur Tengah.

“Kita ingin perdamaian yang real, menuju ke solusi politik, yaitu solusi dua negara. Saya kira itu yang ingin saya sampaikan," ucap Kepala Negara.

Sementara itu, Presiden Lula menegaskan bahwa Indonesia dan Brasil sama-sama berkomitmen terhadap perdamaian, pembangunan berkelanjutan, dan tatanan dunia yang lebih adil.

Dia menyampaikan kedua negara menolak genosida di Gaza, Palestina dan mendukung solusi dua negara sebagai satu-satunya jalan menuju perdamaian di kawasan tersebut.

Selain itu, Lula juga menyoroti perlunya reformasi menyeluruh terhadap Dewan Keamanan PBB untuk mengatasi kurangnya representasi dan kebuntuan dalam pengambilan keputusan di tingkat global.

“Hanya reformasi menyeluruh terhadap Dewan Keamanan PBB yang dapat mengatasi kurangnya representasi dan kebuntuan yang ada saat ini,” kata Lula.

Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban itu menjadi bagian penting dari rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Lula ke Indonesia, sekaligus momentum untuk memperkuat kemitraan strategis antara kedua negara.

Presiden Prabowo menyebut tersebut berlangsung produktif dan memperkuat hubungan kerja sama Indonesia dan Brasil di berbagai bidang strategis, seperti perdagangan, teknologi, energi, pertanian, dan pertahanan.

Potensi Sektor Pertanian

Menanggapi pertemuan itu, pengamat ekonomi dari Universitas Wijaya Kusuma, Surabaya, Ermatry Hariani, mengatakan, pertemuan tersebut dapat meningkatkan hubungan dan kerja sama RI-Brasil mengingat kedua negara merupakan negara berkembang yang memiliki sejumlah kesamaan terutama potensi di sektor pertanian.

“Pertemuan ini bukan semata memperkuat hubungan persahabatan dan, meningkatkan kepercayaan antara Indonesia dan Brasil yang sama-sama BRIC, tapi memang dapat meningkatkan kerja sama di berbagai bidang mengingat kita memiliki banyak kesamaaan sebagai dua negara berkembang,” katanya.

Dengan luas dan letak geografisnya di sekitar katulistiwa dan dialiri Sungai Amazon, Brasil juga memiliki potensi pertanian yang besar berkat lahan yang luas dan suburmemungkinkan produksi mereka berbagai komoditas pertanian dalam jumlah besar.

Komoditas andalannya mulai kopi, gula, jaguug dan banyak lagi sehingga ini bisa membuat pemerintah kita banyak belajar dari pengalaman Brasil.

“Kita tahu Presiden Prabowo sangat concer membangun kemandirian pangan, sehingga bukan tidak mungkin kita akan menggunakan masukan mereka,” tutupnya.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN