Harus Direformsi, Pemda Masih Banyak Penyelewengan Kekuasaan
Rabu, 22 Okt 2025, 10:57 WIBJAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan berdasarkan data yang diperoleh dari Komisi Tindak Pidana Korupsi (KPK), dalam tiga tahun terakhir masih banyak kasus penyelewengan kekuasaan di daerah, termasuk jual-beli jabatan, salah stunya di Bekasi. Masih maraknya penyelewengan kekuasaan itu menunjukkan reformasi tata kelola dalam Pemerintah Daerah (Pemda) belum usai.
âSuap audit BPK di Sorong dan Meranti, jual-beli jabatan di Bekasi, sampai proyek fiktif BUMD di Sumatera Selatan. Artinya reformasi tata kelola ini belum selesai,â kata Menkeu daÂlam rapat pengendalian inflasi tahun 2025, di Kementerian Dalam Negeri Jakarta.
Oleh karenanya, Pemerintah Daerah (Pemda) diÂminta membenahi tata kelola Pemerintahan, terÂutama yang terkait dengan penyaluran belanja daerah yang sarat dengan praktik manipulasi dan mark up atau penggelembungan anggaran.
Menanggapi hal itu, Pengamat Ekonomi dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) Y. Sri Susilo menilai, pemberantasan korupsi meÂrupakan prasyarat penting bagi pertumbuhan ekonomi yang sehat dan berkelanjutan.
Korupsi jelasnya menciptakan distorsi pasar, menurunkan efisiensi birokrasi, serta mengÂhambat penyaluran anggaran secara optimal. âKetika korupsi ditekan, maka alokasi sumber daya menjadi lebih efisien dan produktif. Hal ini akan berdampak positif terhadap pertumÂbuhan ekonomi nasional,â kata Sri Susilo.
Praktik korupsi jelasnya sering kali menimÂbulkan biaya ekonomi tinggi (high cost ecoÂnomy) yang pada akhirnya membebani maÂsyarakat dan pelaku usaha. Dengan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel, inÂvestor akan lebih percaya untuk menanamkan modalnya di Indonesia. âKepastian hukum dan integritas birokrasi menjadi faktor utama daÂlam menarik investasi dan memperkuat fundaÂmental ekonomi,â kata Susilo.
Dia pun menekankan perlunya konsistensi memberantas korupsi, karena efeknya ke ekoÂnomi baru kelihatan dalam jangka menengah hingga panjang. Dibutuhkan konsistensi, pengÂawasan, serta pembenahan sistem tata kelola publik agar hasilnya bisa dirasaÂkan secara merata oleh masyarakat.
âYang terpenting adalah memÂbangun budaya antikorupsi secara sistemik, bukan hanya penindakan, agar stabilitas ekonomi bisa berjalan beriringan dengan keadilan sosial,â tutupnya.
Capaian Prestisius
Sementara itu, pengamat masalah sosial dan kemasyarakatan, Serian Wijatno menilai capaian prestisius di bidang pemberantasan korupsi oleh Presiden Prabowo Subianto seÂlama satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka teÂlah meningkatkan ekonomi hingga berdampak pada kesejahteraan sosial.
âIni menunjukkan langkah yang signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat. KaÂrena berkurangnya korupsi memiliki korelasi langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,â kata Serian dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (21/10).
Serian menilai langkah berani pemberanÂtasan korupsi bisa menjadi strategi meningÂkatkan stabilitas ekonomi nasional. Karena dengan pemberantasan korupsi, maka keperÂcayaan investor semakin tinggi dan uang yang dikorupsi dapat diambil untuk pembangunan.
Semakin kuatnya pondasi ekonomi, kata SeÂrian, tak lepas dari upaya serius dan berkelanÂjutan dalam pemberantasan korupsi pada satu tahun kepemimpinan Prabowo.
Menurut Serian, pemberantasan korupsi yang dilakukan Prabowo dengan dukungan KeÂjaksaan Agung dan aparat penegak hukum lainÂnya bukan sekadar penegakan hukum semata, tapi merupakan investasi jangka panjang yang mengembalikan hak-hak rakyat dan memastiÂkan pembangunan berjalan tepat sasaran.
âKita tahu selama bertahun-tahun, praktik korupsi telah menyebabkan kebocoran besar pada Anggaran Pendapatan dan Belanja NeÂgara (APBN) sehingga mengalihkan dana yang seharusnya digunakan untuk kepentingan publik,â katanya.
Ketika dana-dana ini berhasil diselamatkan atau dikembalikan melalui upaya penegakan hukum, maka pemerintah dapat mengaloÂkasikan kembali ke sektor-sektor vital seperti peningkatan anggaran untuk pendidikan, inÂfrastruktur dasar yakni pembangunan jalan, jembatan, dan jaringan irigasi, yang secara langsung mempermudah distribusi barang dan jasa, menurunkan biaya logistik, serta meningÂkatkan pendapatan petani dan pedagang kecil.
Dia menegaskan, setiap rupiah yang diÂselamatkan dari korupsi adalah potensi untuk meningkatkan kemakmuran rakyat di segala bidang. Korupsi tidak hanya mencuri uang, teÂtapi juga merusak sistem dan integritas layanan publik. âPraktik suap dan pungli (pungutan liar) telah lama menjadi penghambat bagi masyarakat untuk mengakses layanÂan seperti pendidikan, kesehatan, dan perizinan. Ini sangat berbahaya bagi pembangunan nasional,â katanya.
Ketua Umum PITI itu optimis deÂngan membasmi praktik-praktik raÂsuah, birokrasi menjadi lebih efisien dan transparan.
- transparansi anggaran
Redaktur: Diapari S
Penulis: Diapari S
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.