Rayyan Arkan Dikha Aura Farming Go Internasional, Kini Debut di Bollywood Bareng Zahrah S Khan

Ket. Rayyan Arkan Dhika Aura Framing

Doc: YouTube T-Series

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Rayyan Arkan Dikha, bocah cilik asal Kuantan Singingi, Riau, kembali menjadi sorotan publik setelah sebelumnya viral sebagai Togak Luan dalam tradisi pacu jalur, lomba dayung khas daerahnya yang telah menjadi warisan budaya tak benda Indonesia.

Kali ini, Rayyan menembus panggung internasional lewat kolaborasi tak terduga bersama aktris dan penyanyi Bollywood, Zahra S Khan, dalam video klip berjudul Aura Farming.

Video tersebut, yang dirilis di platform musik digital dan kanal YouTube T-Series, langsung menarik perhatian dunia maya.

Dalam waktu kurang dari seminggu, Aura Farming telah ditonton jutaan kali dan dibanjiri ribuan komentar dari penonton lintas negara.

Banyak yang terpukau oleh perpaduan unik antara unsur budaya Melayu Riau dengan estetika sinematik khas Bollywood.

Kenalkan Budaya ke Kancah Internasional

20251020113851_Screenshot_78.jpg

Rayyan, yang dikenal dengan julukan Togak Luan, posisi penting dalam perahu pacu jalur yang berdiri di haluan dan memberi semangat bagi para pendayung, tampil dalam video tersebut mengenakan busana tradisional Melayu dengan sentuhan modern.

Dalam beberapa adegan, ia tampak memimpin gerakan koreografi yang terinspirasi dari semangat pacu jalur, diiringi irama yang memadukan musik Melayu dan beat elektronik ala India kontemporer.

Zahra S Khan, yang dikenal di industri film Bollywood lewat suaranya yang kuat dan penampilan eksotisnya, turut memuji keaslian budaya Indonesia yang dihadirkan Rayyan.

Dalam wawancara singkat di balik layar, Zahra mengatakan bahwa kolaborasi ini adalah bentuk penghormatan terhadap kekayaan budaya Asia Tenggara yang selama ini kurang terekspos di kancah musik global.

“Rayyan membawa energi yang luar biasa. Gerakannya, simbolismenya, semuanya terasa otentik. Ini bukan hanya kolaborasi musik, tapi juga jembatan budaya,” ujar Zahra.

Bagi masyarakat Kuantan Singingi dan Riau pada umumnya, keterlibatan Rayyan dalam proyek internasional ini menjadi kebanggaan tersendiri. 

Sosok Rayyan Arkan Dikha, yang dulunya hanya dikenal di tepian Sungai Kuantan sebagai motivator perahu jalur, kini menjadi simbol bahwa budaya lokal tidak hanya bisa dilestarikan, tetapi juga diekspor secara elegan ke ranah global.

Dengan keberhasilan Aura Farming, Rayyan menegaskan bahwa akar budaya Melayu tetap relevan dan mampu beradaptasi dengan zaman.

Ia bukan sekadar Togak Luan di perahu pacu jalur, tetapi juga Togak Luan di panggung dunia, berdiri tegak membawa semangat Nusantara menuju horizon internasional.***

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN