Viral Penggemar Berat Idola K-Pop Alami Radang Ginjal Karena Terlalu Sering Mewarnai Rambut

Ket. Ilustrasi mewarnai rambut

Doc: Pexels

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kasus seorang wanita muda asal Henan, Tiongkok, bernama Hua, baru-baru ini menjadi viral setelah diberitakan mengalami radang ginjal akibat terlalu sering mewarnai rambutnya. 

Dilaporkan oleh South China Morning Post (SCMP), Hua diketahui rutin mewarnai rambut setiap bulan demi meniru gaya idolanya.

Kebiasaannya yang dianggap sepele ini ternyata berujung fatal, zat kimia berbahaya dari pewarna rambut menumpuk dalam tubuhnya hingga merusak fungsi ginjal.

Bahaya Zat Kimia Dalam Pewarna Rambut

Menurut laporan medis, zat seperti timbal, merkuri, dan amonia yang terkandung dalam banyak produk pewarna rambut bisa menembus kulit kepala dan masuk ke aliran darah.

Bila paparan terjadi terus-menerus tanpa jeda pemulihan tubuh, bahan-bahan kimia ini dapat menumpuk di organ vital, terutama ginjal dan hati, yang bertugas menyaring racun dari tubuh.

Dalam kasus Hua, dokter menemukan bahwa kandungan logam berat di tubuhnya berada jauh di atas ambang batas aman, dan hal itu memicu peradangan pada ginjalnya.

Hindari Jadi Fans Berlebihan 

Fenomena ini kemudian ramai dibicarakan di media sosial Tiongkok. Banyak warganet menilai tindakan Hua sebagai bentuk pengidolaan berlebihan terhadap selebriti.

Mereka menyoroti bagaimana tren kecantikan dan gaya rambut para bintang sering kali mendorong penggemar muda untuk melakukan hal serupa tanpa mempertimbangkan efek jangka panjang terhadap kesehatan.

Kasus Hua membuka mata banyak orang bahwa mewarnai rambut bukanlah hal yang sepenuhnya aman, terutama jika dilakukan terlalu sering.

Meski pewarna rambut modern kini diklaim mengandung bahan yang lebih lembut, sebagian besar produk tetap memiliki zat kimia yang bisa menimbulkan reaksi alergi, iritasi kulit kepala, hingga gangguan organ dalam.

Selain itu, proses bleaching atau pelunturan warna rambut sebelum pewarnaan juga memperparah kerusakan karena membuat kulit kepala lebih rentan menyerap bahan beracun.

Para ahli menyarankan agar pewarnaan rambut dilakukan dengan interval waktu yang lebih panjang, idealnya setiap 6 hingga 8 minggu sekali, dan menggunakan produk yang terdaftar secara resmi serta bebas dari logam berat.

Setelah proses pewarnaan, penting juga untuk melakukan detoksifikasi tubuh dengan cukup minum air, konsumsi makanan bergizi, dan menjaga kesehatan kulit kepala.

Kasus Hua menjadi pengingat penting bahwa kecantikan seharusnya tidak mengorbankan kesehatan.

Mengikuti tren boleh saja, tetapi tetap harus dengan kesadaran dan batas yang sehat. Contoh lah hal yang baik-baiknya saja dan jangan melakukan sesuatu dengan berlebihan.***

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN