Diunfollow Member Super Junior Imbas Isu Islamofobia? Siwon Curhat Begini!

Doc: Instagram/@siwonchoi

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Choi Siwon, personel Super Junior yang dikenal memiliki citra positif dan ramah, tengah menjadi sorotan besar setelah mengunggah ulang sebuah video yang dinilai mengandung sentimen Islamofobia.

Video tersebut menarasikan peristiwa pembakaran gereja di Nigeria dengan menyebut pelakunya sebagai kelompok radikal beragama Islam.

Unggahan itu memicu gelombang kritik luas dari penggemar internasional, khususnya penggemar Muslim, hingga melahirkan tagar #SIWON_OUT yang sempat ramai di media sosial.

Tuai Kritikan Pedas

Kontroversi kian memanas karena Siwon dianggap hanya menyoroti isu yang menempatkan umat Islam pada posisi negatif, sementara ia tidak pernah bersuara mengenai penderitaan rakyat Palestina yang sedang menghadapi krisis kemanusiaan.

Perbandingan ini membuat sebagian warganet menilai sikap Siwon tidak adil dan selektif dalam menunjukkan kepedulian terhadap isu global.

Diduga Diunfollow Member Lain

Dilansir dari laman Instagram @fyi.korea, situasi bertambah pelik setelah sejumlah rekan satu grupnya di Super Junior, yakni Leeteuk, Yesung, dan Heechul, diduga meng-unfollow akun Instagram Siwon.

Langkah ini menimbulkan spekulasi bahwa ada ketegangan internal di tubuh Super Junior, meski pihak agensi maupun para anggota belum memberikan pernyataan resmi mengenai hal tersebut.

Bagi banyak penggemar, aksi unfollow itu menjadi sinyal kuat bahwa polemik ini tidak hanya berdampak pada citra publik, tetapi juga pada dinamika persahabatan di antara para member.

Sampaikan Permintaan Maaf

Menanggapi kritik yang semakin deras, idol berusia 39 tahun tersebut akhirnya menyampaikan permintaan maaf melalui platform komunikasi penggemar Bubble.

Dalam pernyataannya, Siwon menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud menebar kebencian terhadap agama manapun.

Ia menyebut unggahan itu murni dimaksudkan untuk menyoroti aksi teror yang dilakukan kelompok ekstremis Boko Haram di Nigeria, bukan untuk menyudutkan umat Islam secara keseluruhan.

Meski demikian, permintaan maaf itu mendapat beragam tanggapan. Sebagian penggemar mengapresiasi keterbukaan Siwon dalam mengklarifikasi maksudnya, sementara yang lain menilai pernyataan tersebut belum cukup karena tidak disertai refleksi mendalam atas sensitivitas isu agama.

Banyak penggemar juga mengingatkan bahwa publik figur sekelas Siwon memiliki tanggung jawab besar untuk lebih berhati-hati dalam membagikan konten, terutama yang berkaitan dengan konflik identitas dan kepercayaan.

Kontroversi ini menjadi salah satu ujian terbesar dalam karier panjang Siwon. Reputasinya sebagai idol yang peduli isu sosial kini dipertanyakan, sementara para penggemar menunggu langkah selanjutnya.***

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN