Pemilihan Bad Bunny di Super Bowl 2026 Tuai Kontroversi Imbas Isu Politik AS
JAKARTA, KUCANTIK.COM - National Football League (NFL) resmi menunjuk musisi asal Puerto Riko, Bad Bunny, sebagai pengisi utama pertunjukan babak tengah (halftime show) Super Bowl ke-60 yang akan digelar pada 2026. Pengumuman tersebut menimbulkan reaksi beragam, mulai dari sambutan positif hingga seruan boikot dari sebagian penggemar.
Melalui akun resmi X @nfl pada Senin (29/9), NFL mengunggah video Bad Bunny yang duduk di tiang gawang sambil mengumumkan dirinya sebagai headliner.
Dalam unggahan tersebut juga tercantum mention untuk akun resmi sang musisi, @sanbenito, beserta tanggal dan lokasi penyelenggaraan. Super Bowl LX rencananya berlangsung di Stadion Levi’s, Santa Clara, California, markas San Francisco 49ers.
Menanggapi penunjukan ini, Bad Bunny mengaku terhormat.
“Apa yang aku rasakan sangat melampaui diriku. Ini untuk mereka yang datang sebelumku dan berlari sejauh mungkin sehingga saya bisa masuk dan mencetak ‘touchdown’. Ini untuk orang-orangku, budayaku, dan sejarah kita,” ungkapnya.
Namun, pengumuman tersebut menuai kontroversi. Sejumlah netizen X menyuarakan penolakan, bahkan mengajak memboikot Super Bowl ke-60. Akun @sadie_nc menilai Bad Bunny bukan panutan yang baik untuk anak-anak.
Sementara akun @notwokenow menuduh NFL semakin terseret isu politik dan menyebut kehadiran Bad Bunny sebagai “pertunjukan drag satanik.” Tagar #BoycottNFL pun sempat bergema.
Di sisi lain, banyak pula dukungan yang mengalir. Musisi Jay Z menilai Bad Bunny memberi inspirasi besar bagi Puerto Riko.
“Apa yang Benito telah lakukan dan terus lakukan untuk Puerto Riko sangat menginspirasi. Kita merasa terhormat bisa melihatnya di panggung terbesar dunia,” ujarnya.
Bruno Mars pun turut memberikan semangat lewat unggahan di akun X: “Hajar mereka, Bad Bunny!”
Rekomendasi juga buat kamu:
Perdebatan kian hangat karena Bad Bunny sebelumnya menyatakan keengganannya tampil di Amerika Serikat dalam tur global DeBÍ TiRAR MáS FOToS 2026.
Dalam wawancara dengan majalah i-D pada 10 September, ia menjelaskan: “Ada banyak alasan aku tidak mengadakan konser di Amerika Serikat. Tidak ada di antaranya karena kebencian, aku sudah pernah tampil di sana berkali-kali.”
Pernyataan itu ia lengkapi dengan kekhawatiran terkait lembaga imigrasi ICE. “Tapi ada permasalahan dengan ICE keparat yang bisa saja muncul di luar (konser saya). Itu adalah hal yang kami bicarakan dan menjadi keresahan,” jelasnya.
Bad Bunny juga menekankan bahwa sebagian besar demografinya adalah orang Latin, terutama Puerto Riko, sehingga ia tidak ingin mengambil risiko jika ICE hadir di konsernya.
Terlepas dari pro-kontra, banyak pihak melihat pemilihan Bad Bunny sebagai momen bersejarah. Dengan latar politik, budaya, dan representasi Latin yang kuat, penampilannya di Super Bowl 2026 diperkirakan akan menjadi salah satu yang paling berkesan sekaligus kontroversial sepanjang sejarah NFL.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Pemilihan Bad Bunny di Super Bowl 2026 Tuai Kontroversi Imbas Isu Politik AS .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!