Mengenal Ultra Processed Food: Makanan Instan di Menu MBG yang Bisa Jadi Ancaman Anak Indonesia
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Istilah Ultra Processed Food (UPF) atau makanan ultra proses belakangan ini bikin heboh publik. Penyebabnya? Jenis makanan ini ternyata banyak dipakai dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG), program pemerintah yang seharusnya meningkatkan kualitas gizi anak sekolah.
Namun, langkah ini menuai kontroversi. Badan Gizi Nasional (BGN) memang memberi lampu hijau selama UPF yang digunakan berbasis produk lokal.
Tapi pakar gizi menilai, menghadirkan nugget, sosis, burger, dan spaghetti instan dalam program gizi anak justru sama saja dengan menyodorkan bom waktu kesehatan.
Apa Itu Ultra Processed Food?
UPF bukan sekadar makanan kemasan biasa. Menurut sistem NOVA classification dari Prof. Carlos Monteiro (Universitas Sao Paulo, Brasil), UPF berada di level tertinggi pengolahan industri.
Rekomendasi juga buat kamu:
Produk ini biasanya dibuat dari bahan ekstraksi, seperti pati, minyak terhidrogenasi, protein terisolasi, dan dicampur dengan aditif: pemanis, pewarna, penguat rasa, pengawet, hingga emulsifier.
Contohnya? Mi instan, biskuit manis, sosis, nugget, snack kemasan, minuman bersoda, hingga frozen food. Produk ini memang murah, praktis, awet, dan rasanya bikin nagih.
Tak heran, industri makanan gencar mengandalkan UPF. Tapi sayangnya, yang praktis ini justru sering mengorbankan kualitas gizi anak bangsa.
Kenapa UPF Dianggap Berbahaya?
UPF identik dengan makanan tidak sehat karena kandungannya, tinggi kalori, gula, garam, dan lemak jenuh, tapi rendah serat, vitamin, serta mineral.
Konsumsi berlebih bisa memicu sederet masalah serius:
- Obesitas dan diabetes tipe-2 sejak usia dini.
- Penyakit jantung dan hipertensi di usia muda.
- Kanker (terutama kanker kolorektal).
- Depresi dan sindrom metabolik.
Penelitian di Critical Reviews in Food Science and Nutrition (2025) bahkan menyebut konsumsi UPF tinggi berhubungan langsung dengan kematian dini.
Studi lain di Nutrition Journal (2020) mendapati pola makan berbasis UPF memperbesar risiko obesitas dan gangguan metabolik pada ratusan ribu responden.
Yang lebih mengkhawatirkan, UPF dirancang agar super lezat (palatable) dan mudah dikunyah. Artinya, otak anak tak sempat merasa kenyang sehingga kalori yang masuk lebih banyak tanpa disadari.
Dampaknya pada Anak Indonesia
Kebiasaan mengonsumsi UPF sejak kecil bisa, menghambat tumbuh kembang otak dan tubuh, memicu hiperaktif, gigi berlubang, dan rahang lemah, hingga membentuk pola makan buruk yang terbawa hingga dewasa.
Jika menu MBG terus bergantung pada UPF, cita-cita melahirkan generasi emas 2045 bisa kandas. Apa jadinya jika anak-anak Indonesia dibesarkan dengan nugget dan sosis ketimbang ikan segar, telur, sayur, dan buah lokal?
Praktis atau Sehat?
Tidak semua UPF harus dicap jahat, ada juga yang bermanfaat, seperti produk medis atau fortifikasi. Namun, menjadikan UPF sebagai menu utama gizi anak sekolah jelas kontradiktif dengan tujuan MBG.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Mengenal Ultra Processed Food: Makanan Instan di Menu MBG yang Bisa Jadi Ancaman Anak Indonesia .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!