Dari Irish Bella hingga Tasya Farasya, Ini Deretan Artis yang Hanya Tuntut Nafkah Kecil setelah Cerai

Doc: Instagram

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Perceraian selebritas selalu menjadi perhatian publik, bukan hanya karena status mereka sebagai figur publik, tetapi juga karena detail-detail kecil yang biasanya ikut mencuat ke permukaan.

Salah satu isu yang kerap menimbulkan perdebatan adalah soal nafkah anak atau tunjangan pascacerai. Namun, di beberapa kasus, justru ada artis yang menuntut nominal sangat kecil.

Langkah tak biasa ini pun mengundang sorotan, sebab dianggap lebih bernuansa simbolis daripada sekadar materi.

1. Irish Bella

Pada 2024, rumah tangga Irish Bella dan Ammar Zoni resmi kandas di tengah masalah hukum yang menjerat Ammar. Proses perceraian mereka menjadi perhatian besar, terutama soal nafkah anak.

Awalnya, Irish mengajukan permintaan Rp10 juta per bulan untuk kebutuhan dua buah hatinya, Air Rumi Akbar dan Ara Puti Sabar Akbar. Namun, setelah mempertimbangkan kondisi Ammar yang sedang mendekam di penjara, Irish menurunkan tuntutannya menjadi Rp500 ribu per bulan.

Keputusan ini menimbulkan pro dan kontra di mana ada yang menilai sikapnya bijak, namun ada pula yang menganggap jumlah tersebut terlalu kecil untuk kebutuhan dua anak.

2. Kimberly Ryder

Kasus berbeda datang dari Kimberly Ryder yang bercerai dari Edward Akbar pada Agustus 2024. Saat mediasi, publik dikejutkan oleh tuntutan nafkah Kimberly yang hanya sebesar Rp1.000 untuk masing-masing kategori mut’ah, iddah, madhiyah, kiswah, dan maskan.

Totalnya hanya Rp5.000. Kimberly menegaskan bahwa keputusannya semata agar tidak membebani mantan suaminya secara finansial. Meski jumlah itu kecil, bahkan terkesan simbolis, langkah Kimberly justru menuai pujian karena menunjukkan kedewasaan dalam menyikapi perceraian.

3. Tasya Farasya

Selebgram dan beauty influencer Tasya Farasya juga mengajukan nominal yang sangat kecil dalam proses cerainya dengan Ahmad Assegaf. Tasya hanya menuntut Rp100 atau seratus perak saja.

Menurut penjelasan kuasa hukumnya, Riphat Senikentara, angka itu dipilih karena selama pernikahan, Tasya merasa tidak pernah benar-benar mendapat nafkah dari suaminya.

Rp100 menjadi simbol tanggung jawab minimal seorang ayah terhadap anak-anaknya, sekaligus bentuk penegasan posisi Tasya sebagai ibu yang mandiri.

Kasus-kasus ini menunjukkan bahwa perceraian bukan sekadar soal harta dan nafkah. Ada kalanya keputusan yang diambil lebih sarat makna simbolis, baik sebagai bentuk empati terhadap kondisi mantan pasangan, maupun sebagai penegasan tanggung jawab orang tua.

Tak heran, meski nominalnya kecil, kasus-kasus ini selalu menarik perhatian publik. 

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN