Disebut Hancurkan Harga Diri Suami, Tasya Farasya Tampar Haters Begini!

Doc: Instagram/@tasyafarasya

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Nama beauty influencer Tasya Farasya kembali menjadi sorotan warganet usai perceraian dengan suaminya ramai dibicarakan. Baru-baru ini, seorang pengguna Instagram dengan akun @dinantisme melontarkan kritik pedas yang menyudutkan Tasya.

Dalam unggahan tersebut, ia menyinggung bahwa Tasya telah sengaja menghancurkan harga diri mantan suaminya, yang sekaligus ayah dari anak-anaknya.

“Memong sukses ngancurin harga diri mantan suami sekaligus bapak dari anak-anaknya. Perlu diingat, kehormatan seorang muslim lebih utama dari Ka’bah, gak ada yang lebih mahal dari harga diri. Memong bukan hanya ngancurin harga diri seorang laki-laki, tapi juga menginspirasi banyak istri untuk melakukan hal serupa,” tulis akun tersebut.

Pernyataan itu sontak menuai pro dan kontra. Sebagian warganet menilai komentar tersebut terlalu menyalahkan Tasya, sementara yang lain ikut mempertanyakan cara Tasya menyampaikan pandangan pribadinya terkait rumah tangga.

Tasya Farasya Beri Tanggapan Menohok

Menanggapi tudingan tersebut, Tasya Farasya tak tinggal diam. Ia memberikan balasan melalui unggahan di media sosialnya dengan menyematkan Qs An-Nisa ayat 34:

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin kaum wanita...”

Melalui kutipan tersebut, Tasya menekankan bahwa peran pemimpin dalam rumah tangga tidak sekadar titel, melainkan amanah yang harus dijalankan.

Ia menambahkan penjelasan bahwa pemimpin sejati bukanlah yang menindas, melainkan yang mampu menafkahi, melindungi, serta menegakkan keadilan bagi keluarganya.

Pernyataan ini dianggap sebagai sindiran halus untuk meluruskan stigma bahwa perempuan selalu salah ketika berani bersuara.

Tasya ingin menegaskan bahwa harga diri seorang laki-laki seharusnya terjaga justru dengan cara menjalankan tanggung jawab sebagai kepala keluarga.

Meski begitu, publik tetap terbelah. Ada yang mendukung keberanian Tasya menyampaikan perspektifnya dengan dasar ayat suci, melihatnya sebagai bentuk pembelaan diri yang elegan.

Namun, tak sedikit pula yang menilai cara Tasya menyinggung isu rumah tangga di ranah publik justru memperkeruh keadaan, terutama karena menyangkut anak-anak yang masih membutuhkan figur ayah.

Kasus ini kembali menunjukkan bagaimana kehidupan selebritas di era media sosial kerap menjadi konsumsi publik.

Apa pun yang mereka ucapkan atau bagikan akan mudah dipelintir dan dikaitkan dengan moralitas.

Di tengah perdebatan tersebut, Tasya tampak kukuh mempertahankan prinsipnya, seakan ingin memberi pesan bahwa perempuan berhak bersuara tanpa harus dicap meruntuhkan harga diri suami.***

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN