Anting Kuno Zendaya di Tur The Odyssey Bikin Geger, Benarkah Artefak Iran yang Dicuri?

Ket. Zendaya memakai anting kuno saat sesi photocall The Odyssey di London.

Doc: Istimewa

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Penampilan Zendaya dalam rangkaian tur promosi film The Odyssey ternyata belum berhenti menjadi bahan perbincangan. Meski acara tersebut berlangsung lebih dari sepekan, aksesori yang dikenakan aktris Hollywood itu justru memicu gelombang kontroversi hingga memancing perdebatan sengit di kalangan arkeolog, sejarawan, dan pecinta warisan budaya.

Alih-alih hanya dipuji karena tampil anggun bak dewi Yunani, Zendaya kini menjadi sorotan setelah mengenakan sepasang anting emas kuno yang diduga berasal dari artefak berusia ribuan tahun. Dugaan bahwa perhiasan tersebut merupakan benda bersejarah yang berasal dari Iran membuat publik mempertanyakan etika penggunaan artefak kuno sebagai aksesori mode.

Saat menghadiri sesi photocall film The Odyssey di London, Zendaya tampil memesona dalam balutan gaun tunik putih berleher halter rancangan Jacquemus. Penampilannya yang menyerupai sosok Athena, dewi kebijaksanaan dalam mitologi Yunani yang juga menjadi karakter yang diperankannya dalam film garapan Christopher Nolan, menuai banyak pujian.

Namun perhatian publik justru beralih ke aksesori yang menggantung di kedua telinganya. Berdasarkan laporan Town & Country, anting tersebut bukanlah perhiasan biasa. Benda itu diyakini merupakan kepingan emas asli dari artefak kuno yang diperkirakan berasal dari sekitar 2.000 hingga 3.000 tahun lalu.

Perhiasan tersebut diketahui berasal dari Barron London, rumah perhiasan yang dikenal mengoleksi sekaligus memperdagangkan benda-benda antik dan langka. Sejumlah ahli menduga artefak itu berasal dari Iran, tepatnya kawasan Kurdistan, dan memiliki keterkaitan dengan simbol Shamash, dewa matahari dalam peradaban Mesopotamia yang melambangkan keadilan, cahaya, dan perlindungan.

Kontroversi semakin memanas setelah sejarah asal-usul artefak tersebut kembali diungkap. Pada 1947, warga di sebuah desa dekat Saqqez, wilayah Kurdistan Iran, dilaporkan menemukan sebuah peti berisi berbagai artefak emas kuno. Sayangnya, penemuan itu tidak berada di bawah pengawasan arkeolog profesional sehingga banyak benda bersejarah diduga berpindah tangan melalui jalur perdagangan ilegal.

Sebagian artefak dari temuan tersebut kemudian diketahui masuk ke berbagai museum ternama dunia, seperti Metropolitan Museum of Art, Louvre, British Museum, hingga National Museum of Iran. Namun, sejumlah benda lainnya diduga beredar di pasar kolektor pribadi sebelum akhirnya muncul kembali sebagai aksesori bernilai fantastis.

Latar belakang itulah yang memicu kritik tajam terhadap penggunaan artefak kuno sebagai pelengkap penampilan di karpet merah. Banyak akademisi menilai benda bersejarah seharusnya diperlakukan sebagai warisan budaya yang perlu dilestarikan, bukan dijadikan simbol kemewahan atau tren fesyen.

Perdebatan juga semakin sensitif karena dikaitkan dengan situasi geopolitik yang masih memanas antara Iran dan Amerika Serikat. Beberapa pihak menilai penggunaan artefak yang diduga berasal dari Iran oleh selebritas asal Amerika dapat menimbulkan persoalan etika dan simbolisme yang lebih luas.

Salah satu kritik paling keras datang dari arkeolog sekaligus kreator konten TikTok yang dikenal sebagai Dr. Z. Dalam video yang sempat viral sebelum akhirnya dihapus, ia mempertanyakan legalitas dan moralitas penggunaan artefak tersebut.

Menurutnya, apabila benar berasal dari hasil penjarahan, benda itu tidak seharusnya dijadikan aksesori fesyen. Ia bahkan menyebut praktik tersebut sebagai bentuk komodifikasi sejarah yang hanya menguntungkan kalangan elite, sementara negara asal artefak kehilangan bagian penting dari warisan budayanya.

Video Dr. Z dibuat sebagai tanggapan terhadap unggahan arkeolog lain, Annelise Baer, yang justru memuji penampilan Zendaya. Baer berpendapat bahwa sorotan terhadap aksesori kuno itu dapat membangkitkan minat masyarakat terhadap sejarah, arkeologi, dan peradaban kuno.

Hingga kini belum ada pernyataan apapun dari Zendaya maupun pihak Barron London mengenai asal-usul maupun status kepemilikan anting tersebut.

Meski demikian, kontroversi ini kembali memunculkan pertanyaan besar, apakah artefak kuno pantas dijadikan bagian dari industri mode, atau justru seharusnya dilindungi sebagai warisan budaya dunia yang tidak boleh diperdagangkan sembarangan?

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN