Tragis! Wanita Ini Alami Alergi Air, Air Mata Sendiri Bikin Kulitnya Seperti Terbakar
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Air, elemen yang dianggap sumber kehidupan bagi manusia, justru bisa menjadi “musuh” paling mematikan bagi seorang wanita bernama Erin Cassidy. Alih-alih memberi kesegaran, setiap tetes air yang menyentuh kulitnya malah memicu rasa sakit luar biasa, ruam, hingga sensasi terbakar seolah-olah tubuhnya dilahap api.
Kondisi langka ini dikenal dengan istilah medis aquagenic urticaria, alergi air yang jumlah penderitanya bisa dihitung dengan jari di seluruh dunia. Bagi Erin, bahkan air matanya sendiri bukan simbol kesedihan, melainkan penyebab penderitaan baru karena dapat meninggalkan jejak luka pada kulitnya.
Awal Mula: Dari Kolam Renang ke Neraka Kulit
Erin pertama kali mengalami gejala saat berusia 14 tahun ketika mengikuti pelajaran renang di sekolah. Begitu keluar dari kolam, dadanya dipenuhi ruam merah, panas, dan gatal yang luar biasa.
Awalnya ia menduga klorin dalam air kolam lah penyebabnya. Namun, kecurigaan itu buyar ketika reaksi serupa muncul saat mandi, berkeringat, bahkan sekadar terkena hujan.
Rekomendasi juga buat kamu:
Yang lebih menyakitkan, dokter-dokter yang ia datangi justru meremehkan keluhannya. Selama bertahun-tahun, ia hanya disarankan minum antihistamin tanpa penjelasan pasti.
Baru setelah sembilan tahun, seorang dokter di klinik baru benar-benar menganalisis dokumentasi dan foto-foto gejala Erin, lalu memastikan diagnosis, Erin memang alergi air.
Kondisi Medis yang Mengerikan
Menurut penjelasan medis, gejala aquagenic urticaria biasanya muncul 20–30 menit setelah kontak dengan air, berupa bentol dan ruam yang bisa hilang setelah kulit kering dalam waktu 30–60 menit. Namun pada kasus tertentu, efeknya lebih parah, sakit kepala, sesak napas, pusing, bahkan hingga pingsan.
Hingga kini, penyebab pasti kondisi ini belum diketahui. Beberapa teori menyebutkan bahwa bukan air murni yang jadi pemicu, melainkan zat terlarut di dalamnya yang menembus kulit lalu memicu reaksi alergi. Sayangnya, belum ada obat yang benar-benar mampu menyembuhkan penderita aquagenic urticaria.
Hidup dalam Batasan Ekstrem
Dokter Zoe Williams yang sempat membahas kasus Erin menjelaskan bahwa meski ada kemungkinan alergi ini bisa hilang dengan sendirinya pada sebagian kecil penderita, tapi peluang itu sangat tipis. Apalagi Erin sudah hidup dengan kondisi ini selama lebih dari satu dekade.
Kini, setiap aktivitas sederhana seperti mandi, olahraga, atau bahkan menangis bisa menjadi mimpi buruk baginya. Meski begitu, setidaknya dengan diagnosis yang tepat, Erin bisa mengelola gejala dan mendapat pemahaman lebih tentang kondisinya.
Kisah Erin menjadi pengingat pahit bahwa sesuatu yang dianggap sumber kehidupan, bagi sebagian orang justru bisa menjadi sumber penderitaan tiada akhir.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Tragis! Wanita Ini Alami Alergi Air, Air Mata Sendiri Bikin Kulitnya Seperti Terbakar .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!