Midori Monet, Ratu Kecantikan di Miss International Queen 2025 yang Dibayangi Skandal Rasisme
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Gelaran Miss International Queen 2025 yang berlangsung megah di Tiffany’s Show Pattaya, Thailand, pada 20 September 2025, seharusnya menjadi malam penuh kemenangan bagi Midori Monet.
Perwakilan Amerika Serikat ini mencatat sejarah dengan menjadi transgender kulit hitam kedua yang berhasil membawa pulang mahkota setelah Jazell Barbie Royale pada 2019.
Namun alih-alih disambut meriah, kemenangan Midori Monet justru dibayangi momen memalukan yang kini ramai jadi perbincangan dunia maya.
Midori Monet tampil menawan sejak sesi gala di Bangkok, hingga akhirnya berhasil menyingkirkan pesaing tangguh seperti Olivia Lauren dari Kuba yang harus puas di posisi kedua, dan Ha Tam Nhu dari Vietnam yang meraih tempat ketiga.
Tapi ketika momen puncak tiba, sorotan publik justru bukan pada keberhasilan Monet, melainkan sikap dingin para finalis lain di atas panggung.
Rekomendasi juga buat kamu:
Bukannya berlari memberi ucapan selamat, sebagian besar kontestan malah berbondong-bondong mendekati Olivia Lauren, runner-up pertama.
Sementara itu, Midori Monet yang baru saja dinobatkan sebagai pemenang justru berdiri seorang diri, menyaksikan selebrasi kemenangan yang seakan bukan miliknya.
Adegan janggal itu membuat publik menuding adanya aroma rasisme yang menodai panggung paling bergengsi bagi perempuan transgender dunia ini.
Meski begitu, tak semua kontestan bersikap acuh. Miss Malaysia, Khleo Ambrose, dan Miss Indonesia, Kaycia Lee, mendapat pujian karena menjadi sosok pertama yang menghampiri Midori Monet untuk memberikan selamat.
Sikap tulus keduanya langsung menuai respek netizen dan dianggap sebagai simbol solidaritas di tengah kontroversi.
Lantas, siapa sebenarnya Midori Monet?
Ratu kecantikan asal Tacoma, Washington ini kini menetap di Seattle. Ia tumbuh dalam keluarga dengan ayah seorang pemain organ gereja dan ibu tiri yang aktif di paduan suara.
Sejak muda, Midori Monet sudah jatuh cinta pada dunia pageant. Ia sempat ikut ajang Miss Washington USA dan Miss Capitol Hill USA, terinspirasi oleh Kenya Moore, Miss USA 1993 sekaligus bintang Real Housewives of Atlanta.
Lewat pidato kemenangan, Midori Monet mendedikasikan mahkota ini bagi perempuan kulit hitam dan transgender di seluruh dunia.
Dengan tegas, ia menyampaikan bahwa perjuangan identitas dan representasi bukan sekadar soal kecantikan, melainkan keberanian untuk melawan diskriminasi.
Sayangnya, malam yang seharusnya mengukuhkan nama Midori Monet di panggung dunia justru tercoreng insiden tak mengenakkan.
Jadi Cantiks, apakah kemenangan seorang ratu kulit hitam transgender memang masih terlalu sulit diterima oleh sebagian orang?
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Midori Monet, Ratu Kecantikan di Miss International Queen 2025 yang Dibayangi Skandal Rasisme .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!