Seblak Mendunia! Kuliner Pedas Asal Indonesia Ini Bikin Artis Sampai Netizen Thailand Kecanduan Berat

Ket. Ilustrasi seblak

Doc: Instagram/@pesona.Indonesia

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Siapa sangka makanan sederhana dari Jawa Barat, Indonesia ini kini jadi bintang baru di Thailand? Seblak, kuliner pedas khas Sunda, berhasil bikin netizen Negeri Gajah Putih ketagihan hingga viral di media sosial.

Dari TikTok sampai Instagram, video orang mencoba seblak terus berseliweran, bahkan artis-artis Thailand ikut mukbang makanan beraroma kencur ini.

Seblak sendiri lahir dari kreativitas masyarakat Jawa Barat sejak 1990-an. Awalnya, hanya kerupuk mentah yang direndam hingga lembek lalu dimasak dengan bumbu cabai, bawang, dan kencur.

Namun seiring waktu, seblak berevolusi, hadir dengan topping bakso, ceker, mie, sosis, telur, hingga sayuran.

Nama “seblak” konon berasal dari bahasa Sunda yang berarti rasa pedas yang “nyegak” atau menggigit, pas menggambarkan sensasi yang bikin lidah panas sekaligus nagih.

Kenapa Seblak Bisa Meledak di Thailand?

1. Media Sosial dan  Influencer

Video selebriti Thailand seperti The Chanisara mencoba seblak instan langsung bikin heboh. Dari sana, banyak food vlogger lokal ikut mengulas, memicu tren yang cepat menyebar.

2. Rasa Beda dan Nagih

Bagi lidah Thailand, kombinasi pedas gurih dengan aroma kencur dan tekstur kerupuk basah terasa unik. 

Banyak yang menyebut seblak seperti “bom pedas” yang meledak di mulut, sensasi baru yang bikin gagal move on.

3. Street Food Friendly

Budaya kuliner jalanan di Thailand sangat cocok dengan seblak, murah, praktis, dan bisa dinikmati siapa saja. Tak heran kalau pelajar dan anak muda jadi penggemar beratnya.

4. Faktor Penasaran

Seblak dianggap eksotis, karena belum banyak dikenal sebelumnya. Apalagi dengan hadirnya versi instan, orang bisa langsung coba tanpa harus datang ke Indonesia.

Reaksi Publik

Hasilnya? Seblak jadi trending topic di Thailand! Banyak selebriti ikut meramaikan dengan mukbang, sementara netizen Indonesia bangga melihat makanan lokal bisa mendunia.

Bagi sebagian orang, fenomena ini adalah bukti nyata kalau kuliner Nusantara punya daya saing global.

Namun ada catatan, rasa seblak yang dijual di Thailand mulai beradaptasi dengan lidah lokal.

Beberapa penikmat kuliner mengeluh rasa kencurnya jadi kurang terasa, digantikan lada atau cabai bubuk. Di sisi lain, muncul kekhawatiran soal klaim budaya jika popularitasnya makin meluas.

Tetap saja, fenomena seblak di Thailand menunjukkan kekuatan kuliner lokal yang bisa menembus batas negara.

Dari jajanan sederhana, kini ia jadi simbol kreativitas Indonesia yang mampu bersaing di panggung internasional.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN