Tasya Farasya Pernah Pilih Suami Poligami tapi Kaya, Video Lama Kembali Jadi Sorotan di Tengah Gugatan Cerai

Doc: Instagram/@tasyafarasya

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Beberapa hari terakhir, publik kembali dihebohkan dengan kemunculan video lawas kembar selebgram Tasya Farasya dan Tasyi Athasyia yang mendiskusikan pertanyaan klasik, lebih memilih suami kaya tapi poligami atau suami setia namun miskin selamanya.

Potongan video tersebut viral di media sosial karena dianggap relevan dengan kondisi terbaru kehidupan rumah tangga Tasya yang kini tengah menggugat cerai suaminya, Ahmad Assegaf.

Isi Video yang Kembali Viral

Dalam video lama itu, Tasya dan Tasyi terlihat sedang berbincang santai mengenai topik rumah tangga.

Ketika dilemparkan pertanyaan tentang pilihan suami poligami tapi kaya atau setia tapi miskin, Tasya memberikan jawaban yang cukup mengejutkan. Ia mengaku pernah melihat kisah nyata beberapa istri yang dipoligami namun tetap hidup akur satu sama lain.

“Gue pernah lihat beberapa cerita istri dipoligami kayak seru gitu, istri itu akur. Istri yang sabar menghadapi suaminya poligami itu jaminannya surga, bisa jadi itu jalan gue masuk surga,” ucap Tasya dalam video yang diunggah akun Instagram @lambegosiip, Rabu (17/09/2025).

Pernyataan itu sontak menuai beragam komentar. Ada yang menilai Tasya cukup terbuka dengan konsep poligami, ada pula yang menganggap ucapannya sekadar bentuk candaan atau refleksi atas fenomena sosial yang ia lihat.

Konteks dengan Kehidupan Tasya Kini

Video tersebut mencuat kembali justru di saat publik tengah menyoroti gugatan cerai Tasya Farasya terhadap sang suami.

Kehidupan rumah tangganya yang selama ini jarang terekspos ke media mendadak menjadi sorotan besar. Meski alasan perceraian belum dipaparkan secara detail ke publik, banyak warganet yang mengaitkan ulang jawaban Tasya dalam video lawas itu dengan situasi pribadinya sekarang.

Tak sedikit yang berkomentar bahwa hidup nyata jauh lebih kompleks daripada sekadar pilihan hitam-putih dalam sebuah pertanyaan.

Situasi rumah tangga bisa berubah seiring waktu, dan keputusan yang diambil seseorang tidak selalu sejalan dengan opini yang pernah mereka utarakan di masa lalu.

Respons Publik

Unggahan ulang video lawas tersebut memicu diskusi luas di kalangan netizen. Sebagian menganggap jawaban Tasya kala itu jujur dan menunjukkan sisi religius, yakni keyakinan bahwa kesabaran dalam menghadapi poligami bisa menjadi ladang pahala.

Namun, ada juga yang menilai pernyataan tersebut kini terasa ironis karena pernikahannya sendiri justru berada di ujung perpisahan.

Di sisi lain, publik juga menyoroti reaksi Tasyi dalam video yang cenderung lebih berhati-hati.

Perbedaan perspektif kembar ini makin memperkaya diskusi warganet tentang bagaimana perempuan modern memandang poligami versus kesetiaan dalam rumah tangga.

Fenomena Konten Lama yang Hidup Kembali

Kasus Tasya dan video lawasnya menjadi contoh nyata bagaimana konten digital bisa “hidup kembali” di waktu yang tak terduga.

Ungkapan atau opini yang dulu mungkin dianggap sekadar obrolan santai, dapat menjadi sorotan besar ketika situasi pribadi seseorang berubah.

Hal ini menjadi pengingat bahwa jejak digital sulit terhapus, dan publik akan selalu menghubungkan potongan masa lalu dengan kondisi terkini.

Viralnya kembali video lawas Tasya dan Tasyi membuktikan bahwa publik memiliki ingatan kolektif yang kuat, terutama terhadap figur publik.

Apalagi jika opini masa lalu itu dinilai kontras dengan realitas kehidupan sekarang.

Terlepas dari perdebatan yang muncul, kisah Tasya Farasya menunjukkan bahwa perjalanan rumah tangga tak pernah bisa diprediksi hanya dari teori atau obrolan.

Pada akhirnya, setiap orang punya jalan hidup masing-masing dalam menghadapi ujian rumah tangganya.***

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN