Sleep Therapy ala Tasya Farasya, Solusi Elegan untuk Lawan Insomnia!

Doc: Nature

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Gangguan tidur atau insomnia menjadi masalah yang semakin sering dialami masyarakat modern.

Rutinitas yang padat, paparan gawai hingga larut malam, serta tingkat stres tinggi membuat banyak orang kesulitan mendapatkan kualitas tidur yang baik.

Hal ini juga dialami beauty influencer Tasya Farasya, yang sempat menjalani sleep therapy untuk mengatasi gangguan tidur yang menurunkan kualitas hidupnya.

Apa Itu Sleep Therapy?

Sleep therapy merupakan serangkaian prosedur medis dan non-medis yang ditujukan untuk membantu seseorang mendapatkan tidur lebih nyenyak, berkualitas, dan teratur.

Terapi ini biasanya dilakukan di bawah pengawasan dokter spesialis tidur atau psikiater, terutama bila insomnia sudah berlangsung lama.

Pada praktiknya, sleep therapy bisa mencakup:

Sleep study (polisomnografi) – pasien tidur di ruang khusus dengan alat pemantau yang merekam gelombang otak, detak jantung, pernapasan, hingga gerakan tubuh. Data ini dianalisis untuk mengetahui pola tidur serta gangguan yang terjadi.

Terapi perilaku kognitif (CBT-I) – konseling psikologis yang membantu pasien mengubah kebiasaan buruk sebelum tidur, seperti terlalu sering menggunakan ponsel atau mengonsumsi kafein.

Relaksasi dan teknik pernapasan – latihan mindfulness, meditasi, atau yoga yang membantu menenangkan pikiran.

Penyesuaian gaya hidup – rekomendasi terkait pola makan, olahraga, dan manajemen stres.

Terapi cahaya (light therapy) – paparan cahaya buatan untuk memperbaiki jam biologis tubuh (circadian rhythm).

Tasya Farasya sempat membagikan pengalamannya melalui media sosial, di mana ia menjalani sleep therapy untuk memperbaiki pola tidurnya yang sering terganggu.

Prosedur ini membantunya memahami kondisi tubuh sekaligus memperbaiki rutinitas malam agar bisa tidur lebih teratur.

Penyebab Insomnia

Insomnia tidak hanya sekadar susah tidur, tetapi juga bisa berupa sulit mempertahankan tidur atau bangun terlalu cepat dan tidak bisa tidur kembali. Beberapa penyebab umum antara lain:

Stres dan kecemasan – pikiran yang terus aktif membuat otak sulit “tenang”.

Gaya hidup tidak sehat – konsumsi kafein berlebihan, merokok, atau begadang karena pekerjaan dan hiburan.

Paparan layar elektronik – cahaya biru dari ponsel/laptop menghambat produksi melatonin, hormon pengatur tidur.

Lingkungan tidur tidak nyaman – kamar terlalu terang, berisik, atau suhu tidak sesuai.

Kondisi medis – gangguan pernapasan saat tidur (sleep apnea), nyeri kronis, atau penyakit tertentu.

Cara Agar Tidak Insomnia

Untuk mencegah atau mengurangi insomnia, ada beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan sehari-hari:

Buat rutinitas tidur teratur – tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari.

Batasi kafein dan alkohol – hindari konsumsi kafein sore atau malam hari.

Kurangi penggunaan gadget – setidaknya 1 jam sebelum tidur, jauhkan ponsel atau laptop.

Ciptakan kamar yang nyaman – redupkan cahaya, atur suhu, dan gunakan kasur yang mendukung kenyamanan.

Relaksasi sebelum tidur – lakukan meditasi singkat, mandi air hangat, atau membaca buku ringan.

Olahraga teratur – aktivitas fisik membantu tubuh lebih rileks, tetapi jangan terlalu dekat dengan jam tidur.

Sleep therapy seperti yang dijalani Tasya Farasya menjadi bukti bahwa insomnia bukan sekadar “tidak bisa tidur”, melainkan kondisi yang perlu penanganan serius.

Dengan memahami penyebab serta menerapkan pola hidup sehat, kualitas tidur dapat meningkat, sehingga tubuh dan pikiran lebih segar menghadapi aktivitas sehari-hari.***

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN