Sepatu Mengandung Kulit Babi, Bolehkah Dipakai? Ternyata 2 Merek Terkenal Ini Laris di Indonesia
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Sepatu tidak hanya berfungsi sebagai alas kaki, tetapi juga menjadi bagian penting dalam dunia fesyen. Bagi banyak orang, sepatu mampu merepresentasikan gaya hidup, status sosial, hingga selera pribadi.
Tak heran jika pilihan material, desain, dan merek menjadi faktor utama dalam menentukan kualitas serta nilai estetika sebuah sepatu. Salah satu bahan yang kerap digunakan dalam produksi sepatu premium adalah kulit asli.
Namun, belakangan ini muncul sorotan terhadap penggunaan kulit babi pada sejumlah produk dari merek sepatu ternama. Dua merek besar yang disorot publik karena penggunaan material ini adalah Vans dan New Balance.
Meski tidak semua produk mereka menggunakan bahan kulit babi, keduanya secara terbuka memberikan label keterangan pada produk tertentu yang memang mengandung pigskin atau kulit babi.
1. Vans dan Seri Premium dengan Pig Suede
Vans, yang dikenal dengan gaya kasual dan dekat dengan kultur skateboard, meluncurkan seri Vans Knu Skool Pig Suede. Pada produk ini, tertera jelas label “contains pig skin” sebagai bentuk keterbukaan kepada konsumen.
Seri premium ini sejak awal peluncurannya dibanderol dengan harga Rp1.599.000. Meski terbuat dari kulit babi, sepatu ini tetap diminati karena menawarkan desain klasik serta material yang mewah.
2. New Balance dan Sejumlah Seri Ikonik
Sementara itu,New Balance juga menggunakan material serupa pada beberapa lini produknya, khususnya pada seri-seri ikonik dan premium. Label “contains pig skin” juga terlihat pada boks maupun detail produk. Beberapa seri yang tercatat menggunakan material kulit babi antara lain:
-
Seri 990, 992, 993, yang merupakan bagian dari lini “Made in USA” dan dikenal sebagai model legendaris.
-
Seri 574, terutama varian seperti 574 Legacy yang mengombinasikan pigskin suede dengan bahan lain.
-
Seri 580 pada varian tertentu.
-
Seri 9060, yang dalam beberapa versi juga memanfaatkan pigskin sebagai material utama.
Rekomendasi juga buat kamu:
3. Alasan Penggunaan Kulit Babi
Penggunaan kulit babi bukan tanpa alasan. Bahan ini dikenal memiliki tekstur yang lentur, empuk, serta nyaman digunakan seharian. Selain itu, kulit babi memiliki daya tahan tinggi, membuat sepatu lebih awet dan tetap terlihat mewah meskipun sering dipakai.
Dari segi estetika, pigskin suede memberi tampilan klasik yang elegan, sehingga banyak diaplikasikan pada sepatu premium.
Meski demikian, penggunaan kulit babi kerap menimbulkan pro dan kontra di kalangan konsumen, khususnya bagi mereka yang memiliki pantangan agama maupun preferensi etis terhadap bahan hewani tertentu.
Transparansi dari produsen dalam memberikan label pada produk dinilai penting agar konsumen dapat membuat keputusan sesuai nilai dan kebutuhan pribadi.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Sepatu Mengandung Kulit Babi, Bolehkah Dipakai? Ternyata 2 Merek Terkenal Ini Laris di Indonesia .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!