Tak Perlu Operasi! Ini Cara Mewing yang Diklaim Bisa Bentuk Rahang

Doc: Freepik

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Belakangan ini istilah mewing ramai diperbincangkan di media sosial, terutama di kalangan anak muda yang tertarik dengan tren perawatan wajah tanpa operasi.

Mewing disebut sebagai teknik rekonstruksi wajah dengan cara menempatkan lidah di langit-langit mulut, dan diyakini mampu mempertegas garis rahang. Meski populer, istilah ini sejatinya bukanlah terminologi medis.

Konsep mewing pertama kali diperkenalkan oleh Dr. John Mew, seorang ortodontis asal Inggris, pada era 1970-an. Ia mengembangkan praktik bernama orthotropics, yang menekankan posisi lidah sebagai cara menjaga struktur rahang agar tidak terlalu kecil dibandingkan ukuran gigi.

Dr. Mew bersama putranya, Dr. Mike Mew, berpendapat bahwa ukuran rahang manusia modern cenderung lebih kecil dibandingkan nenek moyangnya. Faktor gaya hidup, seperti makanan yang lebih lunak dan kebiasaan bernapas lewat mulut, diyakini turut memengaruhi perubahan tersebut.

Cara melakukan mewing menurut Verywell Health adalah sebagai berikut:

  1. Tutup mulut hingga bibir menutup sempurna.

  2. Letakkan gigi depan bawah di belakang gigi depan atas.

  3. Dengan mulut tetap tertutup, rilekskan lidah.

  4. Tempelkan lidah ke langit-langit mulut dengan ujung lidah berada di dekat bagian belakang gigi depan atas.

  5. Posisi lidah sebaiknya mirip seperti saat hendak mengucapkan bunyi “n”.

  6. Pertahankan posisi tersebut selama kurang lebih 20 detik.

  7. Ulangi latihan ini secara teratur untuk hasil optimal.

Beberapa orang mengklaim bisa melihat hasil dalam hitungan minggu, namun para ahli menekankan bahwa perubahan struktur wajah membutuhkan waktu lama, bahkan bertahun-tahun.

Pendukung mewing menyebutkan berbagai manfaat, mulai dari mempertegas garis rahang, memperbaiki posisi gigi, hingga mengurangi kebiasaan bernapas lewat mulut. Ada pula klaim bahwa teknik ini dapat membantu mengatasi sleep apnea, mendengkur, serta memperbaiki masalah menelan.

Namun demikian, efektivitas mewing masih menuai perdebatan di kalangan medis. Jika dilakukan dengan salah, teknik ini justru berpotensi menimbulkan masalah, seperti gigi tidak sejajar, gigitan yang tidak selaras, hingga nyeri pada sendi rahang. Risiko lain yang dilaporkan antara lain gigi goyang serta gangguan fungsi menelan.

Sebagai alternatif, para ahli menyarankan metode medis yang sudah terbukti lebih aman. Misalnya penggunaan kawat gigi untuk memperbaiki susunan gigi, terapi CPAP untuk sleep apnea, serta perawatan non-bedah untuk mengatasi nyeri rahang.

Dengan demikian, meskipun mewing tengah populer dan terlihat sederhana, efektivitasnya masih memerlukan bukti ilmiah yang lebih kuat. Bagi mereka yang memiliki masalah rahang atau gigi, konsultasi dengan tenaga medis profesional tetap menjadi langkah terbaik untuk memperoleh solusi yang tepat dan aman.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN