Olla Ramlan Asyik nge-DJ, Netizen Malah Fokus ke Lengan Bergelambir: Kendor Kayak Nenek-Nenek!

Ket. Olla Ramlan Tampil Berani, Netizen Malah Fokus ke Lengan Bergelambir!

Doc: Ist.

JAKARTA, KUCANTIK.COM — Di usia 45 tahun, Olla Ramlan terus menunjukkan sisi beraninya di dunia hiburan dan fashion. Meski begitu, sorotan publik kerap menyasar detail fisiknya, terutama lengan yang dianggap “kendor” dan tubuh yang ‘tak sesuai ekspektasi netizen’. Apakah kritik seperti ini wajar? Atau justru mencerminkan standar kecantikan modern yang semakin toxic?

Tampil Berani meski Dihujat

Penampilan terbaru Olla Ramlan cukup mencuri perhatian. Ia hadir di sebuah acara memakai gaun mini tanpa lengan, lengkap dengan tato lengan dan aksesoris edgy. Kombinasi modis itu dianggap stylish oleh sebagian orang, namun tak sedikit pula komentar sinis bermunculan.

Netizen salah fokus pada bagian tubuh yang menurut mereka tak layak untuk ditampilkan, disebut “lengan bergelambir” dan komentar tentang kulit yang tak sehalus dulu.

Ekspektasi Usia dan Standar Kecantikan

Perempuan publik figur, terlebih yang sudah memasuki usia paruh baya, seringkali dibebani ekspektasi agar tetap terlihat muda, ramping, dan sempurna. Fenomena ini disebut “beauty standard” dan jika terlalu kaku atau tak realistis, bisa jadi toxic.

Menurut psikolog sosial, standar kecantikan semacam ini bukan hanya membuat orang merasa tidak pernah cukup, tapi juga menimbulkan stres dan mengurangi rasa percaya diri. Banyak perempuan yang akhirnya menghindari tampil apa adanya karena takut judgment di media sosial.

Respons Olla

Daripada membiarkan kritik menghentikannya, Olla memilih pendekatan berbeda. Ia menyatakan sudah lama tidak terlalu pusing dengan komentar negatif yang dianggapnya tak konstruktif. Prioritasnya sekarang adalah kenyamanan dan kesehatan, bukan demi memenuhi standar yang ditetapkan orang lain.

Dalam sebuah wawancara, ia mengatakan bahwa tampil berbeda itu bagian dari kreativitas dirinya, dan jika ada yang tak suka, ia memilih untuk bersikap dewasa. Kritik tetap diterima, tapi tak dijadikan beban berat.

Kritik terhadap figur publik memang tak bisa dihindari karena bagian dari konsekuensi ketenaran. Namun, beberapa kritikus memandang komentar yang menyerang fisik seperti “lengan kendor” sebagai bukan kritik yang sehat, melainkan body shaming yang bisa berdampak mental negatif.

Komentar-komentar seperti “usia nggak bisa bohong” sering dipakai sebagai senjata terhadap perempuan tertentu. Tapi di sisi lain, ada juga dukungan yang kuat bagi Olla sebagai sosok yang berani tampil apa adanya dan memperjuangkan hak setiap orang untuk merasa nyaman dengan tubuh sendiri.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN