Enno Lerian Kenang Trauma Saat Jadi Penyanyi Cilik: Dicubit hingga Tubuh Membiru

Doc: Instagram/@ennolerian_

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Masa kecil identik dengan bermain, belajar, dan menikmati momen sederhana bersama teman sebaya.

Namun, tidak semua anak merasakan fase tersebut dengan ringan.

Bagi Enno Lerian, mantan penyanyi cilik yang populer di era 1990-an, masa kecil justru penuh dengan kesibukan dan tekanan yang meninggalkan bekas mendalam. 

Hal ini diungkapkannya saat menjadi tamu di podcast milik Maia Estianty.

Eno bercerita bahwa sejak menjadi penyanyi cilik, hampir setiap hari ia dipenuhi dengan jadwal manggung, latihan, hingga aktivitas di luar rumah.

Ia menggambarkan betapa sulitnya saat itu hanya untuk sekadar menikmati kehidupan seperti anak-anak lain.

“Pas jadi penyanyi cilik bisa dibilang aku tuh sibuk banget, ibaratnya mau keluar dari mobil, dari rumah itu susah,” kenangnya kepada Maia.

Terlalu Sibuk

Kesibukan tersebut membuat Eno kehilangan banyak kesempatan sederhana yang biasanya menjadi pengalaman berharga anak seusianya.

Salah satunya adalah ketika ia mengikuti study tour sekolah. Alih-alih bisa bersenang-senang bersama teman, Eno justru harus menghadapi kerumunan penggemar yang menghambat langkahnya.

“Inget banget lagi study tour, aku dikerubutin sama orang banyak. Temen-temen pada tour, terus ada satu orang guru yang kerepotan urusin aku. Mama papa juga mau nggak mau ikut kan,” ucap Eno.

Sempat Trauma

Momen itu menjadi salah satu pengalaman yang membekas dalam ingatannya. Bukannya merasakan kegembiraan, Eno justru menghadapi tekanan yang tidak seharusnya dialami anak seusianya.

Tak hanya itu, Eno juga mengaku sempat mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan dari orang-orang yang terlalu antusias. Ia bercerita bagaimana tubuhnya dicubit hingga meninggalkan bekas biru-biru.

“Terus badan dicubitin sampai biru-biru, itu tuh capek banget, nggak nyenengin buat aku dan ada sedikit trauma,” tuturnya dengan nada jujur.

Perlakuan tersebut, meskipun mungkin dimaksudkan sebagai bentuk kasih sayang atau kegemasan dari penggemar, ternyata memberi dampak psikologis bagi Eno.

Ia mengakui bahwa pengalaman itu tidak mudah dilupakan, bahkan memunculkan trauma yang masih terasa hingga kini.

Di Balik Sosok Penyanyi Cilik

Cerita Eno Lerian menjadi pengingat bahwa kehidupan artis cilik tidak selalu seindah yang terlihat di layar televisi.

Di balik sorot kamera dan sorakan penonton, ada sisi lain yang penuh tekanan, rasa lelah, dan keterbatasan dalam menikmati masa kecil.

Kini, setelah dewasa, Eno mampu melihat kembali pengalaman itu dengan lebih jernih.

Ia tetap mensyukuri perjalanan karier yang membesarkan namanya, namun tidak menutup mata bahwa masa kecilnya memiliki sisi gelap yang melelahkan.

Pengakuan Eno juga sekaligus membuka ruang diskusi tentang pentingnya perlindungan bagi anak yang terjun ke dunia hiburan, agar tetap bisa tumbuh dengan sehat secara fisik maupun mental.

Melalui cerita di podcast Maia Estianty, publik mendapat gambaran nyata tentang bagaimana popularitas di usia dini bisa berdampak pada perkembangan seorang anak.

Kisah Eno Lerian bukan hanya nostalgia tentang masa kejayaan penyanyi cilik era 90-an, tetapi juga pelajaran berharga tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara karier dan masa kecil yang seharusnya penuh keceriaan.***

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN