Mega Skandal Penjualan BCA: Sasmito Minta KPK Periksa Budi Hartono dan Ary Suta!

Ket. Ilustrasi PT Bank Central Asia Tbk (BCA).

Doc: Ist.

JAKARTA, KUCANTIK.COM — Nama BCA Gate kembali trending setelah ekonom senior, H.M. Sasmito Hadinagoro dari LPEKN, menyebut bahwa penjualan 51% saham Bank Central Asia (BCA) ke Djarum Group pada 2002 diduga menyebabkan kerugian negara yang tidak kecil. Lewat forum publik di Yogyakarta, ia mendesak KPK dan pemerintah untuk membuka kembali data dan mengusut tuntas kasus tersebut.

Tuduhan Utama

Sasmito mengecam KPK karena menurutnya belum ada tindakan signifikan meski dokumen dan laporan sudah pernah diserahkan. Ia menyebut laporan “diabaikan” dan “dianggap usang”. Dalam forum publik, ia juga menyerukan agar pemerintah tidak lagi memberikan subsidi rekap bunga ke bank besar seperti BCA, karena dianggap membebani APBN dan “memelihara bankir bandit”.

Sampai saat ini, BCA belum secara resmi merespons semua tuduhan tersebut, meskipun beberapa laporan media sudah melaporkan pernyataan bahwa nilai Rp5 triliun itu adalah angka tebusan saham, dan bahwa penilaian aset terhadap “nilai perusahaan” harus diperhitungkan pasar saham, bukan hanya aset saja. Namun belum ditemukan pernyataan publik BCA yang mencakup semua klaim Sasmitote, rutama angka kerugian yang fantastis.

Walau fakta resmi atas semua tuduhan Sasmito belum sepenuhnya dikonfirmasi oleh otoritas seperti KPK atau BCA, argumen bahwa ada kejanggalan dalam penjualan saham BCA mesti diperhatikan. Dari nilai aset vs harga saham yang dibayar, praktek subsidi bunga rekap, hingga permintaan transparansi senantiasa muncul sebagai isu utama.

BCA Gate bukan sekedar rumor: ini tentang kejelasan publik, pertanggungjawaban, dan apakah kepentingan rakyat didahulukan. Jika pemerintah dan KPK serius, ini bisa jadi momentum besar untuk membersihkan catatan keuangan negara dan memperjelas nasib aset publik.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN