Geger! Dokter Kandungan Lakukan Operasi Caesar 21 Kali dalam 10 Jam, Begini Kondisi Semua Pasiennya

Ket. Viral 21 Operasi Caesar dalam 10 Jam, Apakah Keselamatan Ibu dan Bayi Terancam?

Doc: Freepik

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Seorang dokter spesialis kandungan (obgyn) senior di Assam, India, baru‑baru ini menjadi sorotan publik dan media setelah menjalankan 21 operasi caesar (LSCS / lower segment caesarean section) dalam kurun waktu hanya 10 jam, antara pukul 15.40 pada tanggal 5 September hingga 01.50 dini hari tanggal 6 September 2025.

Dokter tersebut, Dr. Kantheswar Bordoloi, yang menjabat sebagai Senior Medical & Health Officer di Civil Hospital, Morigaon, segera menerima show‑cause notice dari otoritas kesehatan distrik atas dugaan pelanggaran prosedur keselamatan ibu dan bayi, termasuk protokol sterilisasi dan dokumentasi medis yang kurang memadai. 

Pemberitahuan resmi dari pemerintahan distrik meminta Dr. Bordoloi memberikan laporan terperinci dalam jangka waktu tiga hari untuk setiap operasi, mencakup:

Dari keseluruhan operasi, 19 dari 21 ibu dan bayi dinyatakan pulih dan dipulangkan dalam kondisi stabil. Dua kasus lainnya masih dirawat di rumah sakit, salah satunya dipindahkan ke Gauhati Medical College and Hospital.

Kasus Dr. Bordoloi muncul bukan hanya karena jumlah operasi yang tinggi, tetapi juga karena menimbulkan pertanyaan serius tentang keselamatan pasien, etika medis, serta keberlanjutan pelaksanaan operasi darurat yang sering kali membutuhkan kesiapan sumber daya manusia dan fasilitas yang memadai.

Selain itu, fenomena ini terjadi di tengah tren kenaikan operasi caesar di India. Sebuah studi besar dan survei nasional menunjukkan bahwa persalinan caesar secara keseluruhan telah mencapai sekitar 21‑22% dari seluruh kelahiran, melebihi rekomendasi WHO yang lazim dianggap optimal di kisaran 10‑15%.

Data menunjukkan tingginya angka operasi caesar juga berkaitan dengan faktor sosio‑ekonomi: wanita dengan pendidikan lebih tinggi, dari keluarga dengan pendapatan yang lebih baik, yang tinggal di area perkotaan, dan yang memiliki akses prenatal yang lebih lengkap, lebih banyak menjalani operasi caesar dibandingkan dengan mereka di kelas ekonomi rendah atau di pedesaan.

Dr. Bordoloi membela tindakannya dengan menyatakan bahwa operasi‑operasi itu adalah kasus darurat satu persatu, dan lonjakan pasien darurat membuat dia harus bekerja sangat cepat. Menurutnya, semua prosedur medis yang diperlukan tetap diikuti, termasuk sterilisasi, meskipun percepatan terjadi.

Dia juga menyebut bahwa tidak semua operasi memerlukan waktu lama; untuk kasus yang tidak terlalu rumit, operasi caesar bisa diselesaikan dalam sekitar 15 menit.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN