Menkes Swedia Elisabeth Lan Pingsan di Hari Pertama Menjabat, Ini Bahaya Kadar Gula Darah Rendah bagi Kesehatan!

Doc: Pexels

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kadar gula darah sering dikaitkan dengan masalah kesehatan seperti diabetes, namun jarang dibicarakan secara serius ketika berada di posisi yang terlalu rendah.

Kondisi ini dikenal dengan istilah hipoglikemia, yaitu keadaan ketika kadar gula darah seseorang turun di bawah batas normal.

Hipoglikemia bukan hanya masalah kecil, tetapi bisa menimbulkan gejala serius, bahkan mengancam nyawa jika tidak segera ditangani.

Kasus nyata baru-baru ini datang dari Swedia. Saat pemerintah resmi memperkenalkan Elisabeth Lan sebagai pengganti Acko Ankarberg Johansson sebagai Menteri Kesehatan, sebuah insiden mengejutkan terjadi.

Lan yang baru saja berbicara mengenai program kerjanya di depan media, tiba-tiba kehilangan kesadaran dan jatuh di podium.

Setelah siuman, ia mengatakan kepada wartawan, “Beginilah yang bisa terjadi kalau kadar gula darah rendah," ujarnya.

Insiden ini langsung menjadi sorotan publik, mengingat seorang pejabat tinggi pun ternyata rentan terhadap kondisi tersebut.

Apa Itu Hipoglikemia?

Hipoglikemia terjadi ketika kadar gula darah turun di bawah 70 mg/dL. Gula darah berperan penting sebagai sumber energi utama bagi tubuh, terutama otak.

Tanpa pasokan glukosa yang cukup, fungsi tubuh akan terganggu. Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja, tidak hanya penderita diabetes.

Gejala awal hipoglikemia biasanya meliputi:

Pusing dan lemas, gemetar, berkeringat dingin, jantung berdebar, pandangan kabur dan juga sulit berkonsentrasi.

Jika tidak segera ditangani, hipoglikemia dapat berkembang menjadi gejala yang lebih serius, seperti kehilangan kesadaran, kejang, bahkan koma.

Penyebab Gula Darah Rendah

Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan kadar gula darah seseorang menurun drastis, di antaranya:

Melewatkan waktu makan - Terlalu lama tidak makan membuat cadangan energi tubuh menipis.

Olahraga berlebihan – Aktivitas fisik tinggi tanpa asupan makanan yang cukup dapat mempercepat penurunan gula darah.

Penggunaan obat tertentu – Terutama obat penurun gula darah pada pasien diabetes.

Konsumsi alkohol – Alkohol dapat menghambat produksi glukosa oleh hati.

Kondisi medis tertentu – Gangguan hati, ginjal, atau hormon juga bisa berperan.

Dalam kasus Elisabeth Lan, detail medis tidak dijelaskan ke publik, namun ia sendiri menegaskan bahwa kejadian itu disebabkan oleh rendahnya kadar gula darah.

Bahaya Jika Dibiarkan

Hipoglikemia yang tidak tertangani bisa membahayakan. Kehilangan kesadaran di ruang publik, seperti yang dialami Lan, bisa berakibat fatal bila terjadi saat mengemudi, bekerja dengan mesin, atau berada di tempat berisiko tinggi.

Selain itu, hipoglikemia berulang juga dapat merusak fungsi otak dalam jangka panjang.

Cara Mencegah dan Mengatasi

Untuk mencegah hipoglikemia, pola makan yang teratur menjadi kunci utama. Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan antara lain:

Tidak melewatkan waktu makan.

Membawa camilan sehat, terutama bagi yang sering beraktivitas padat.

Mengatur porsi olahraga agar sesuai dengan kondisi tubuh.

Membatasi konsumsi alkohol.

Rutin memantau kadar gula darah, terutama bagi penderita diabetes.

Jika gejala hipoglikemia muncul, langkah pertama yang disarankan adalah segera mengonsumsi makanan atau minuman manis, seperti permen, jus buah, atau teh manis, untuk menstabilkan gula darah.***

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN