Klarifikasi Usai Dituding Nyinyir Profesi Ojol, Zaskia Adya Mecca Singgung Pembelokan Opini!

Doc: Instagram/@zaskiadyamecca

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Nama Zaskia Adya Mecca kembali menjadi sorotan publik setelah unggahan bernuansa sarkas yang ia bagikan di media sosial menuai polemik.

Aktris sekaligus istri sutradara Hanung Bramantyo itu sempat dituduh menghina profesi ojek online (ojol) lantaran ada pihak yang menafsirkan kontennya secara berbeda.

Namun, Zaskia akhirnya memberikan klarifikasi panjang untuk meluruskan tudingan yang sempat membuat kolom komentarnya memanas.

Dalam pernyataannya, Zaskia mengaku sengaja mengarsipkan unggahan yang menjadi kontroversi. Ia menilai langkah itu perlu dilakukan agar tidak ada ruang bagi penggiringan opini yang salah dan memperkeruh suasana.

“Assalamualaikum, hi guys. Aku tahu lagi banyak visitor baru yang mau mampir di postingan sarkas kemarin. Enggak nemu ya? Maaf mengecewakan, ku sudah archive,” tulis Zaskia.

“Kenapa? Karena aku enggak mau membuat ruang untuk penggiringan opini yang salah, sehingga membuat orang berantem juga bicara kasar di kolom komentar,” tambahnya.

Zaskia menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak bermaksud merendahkan profesi ojol. Ia bahkan mengungkapkan kesehariannya justru dekat dengan layanan transportasi tersebut.

“Mostly aku kemana-mana ngojek, aku enggak punya barang-barang mahal, belanja baju baru aja bisa satu sampai dua tahun sekali,” ungkap ibu lima anak itu.

Pernyataan ini sekaligus menjadi bantahan bahwa dirinya hidup bergelimang kemewahan atau merasa lebih tinggi dibandingkan profesi tertentu.

Ungkap Adanya Pembelokan Opini

20250906143129_Screenshot_50.jpg

Lebih lanjut, Zaskia menjelaskan bahwa unggahan sarkas yang sempat ia bagikan sejatinya dipahami oleh banyak pengikutnya. Namun, hanya dalam waktu kurang dari satu jam, serangan komentar yang jumlahnya mencapai belasan ribu datang dan mengubah arah diskusi.

“Banyak yang paham maksudnya, tapi ada serangan komentar kurang dari satu jam langsung belasan ribu yang segera dibelokkan seolah merendahkan pekerja ojol,” tuturnya.

Menurut Zaskia, dinamika tersebut menggambarkan bagaimana opini bisa cepat dipelintir hingga melahirkan perdebatan yang tidak produktif.

Ia khawatir, jika terus dibiarkan, kondisi itu hanya akan memperlebar jurang perpecahan di masyarakat. Oleh karena itu, ia mengajak warganet untuk kembali fokus pada hal-hal yang lebih penting.

“Daripada terpecah fokus semakin banyak, perpecahan antar warga semakin luas, baiknya fokus ke tujuan awal lagi semuanya, yuk. Jangan mudah dialihkan ke kanan kiri, karena kalau kita kecapean belok sana sini, akhirnya keburu habis energi menuju tujuan utamanya,” tulisnya.

Klarifikasi ini menunjukkan bahwa Zaskia ingin menjaga ruang digitalnya tetap sehat dan tidak menjadi sarang permusuhan.

Ia berusaha menegaskan posisinya sebagai publik figur yang peduli pada dampak ucapannya, namun juga meminta publik lebih bijak dalam menafsirkan sebuah pesan.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa interaksi di media sosial kerap rawan disalahartikan. Satu unggahan bisa ditafsirkan berbeda-beda tergantung sudut pandang pembacanya.

Dalam situasi seperti itu, klarifikasi seperti yang dilakukan Zaskia menjadi penting agar tidak terjadi kesalahpahaman berkepanjangan.

Bagi Zaskia, ojol bukanlah simbol yang bisa direndahkan, melainkan bagian dari kesehariannya. Dengan sikap terbuka dan lugas, ia menegaskan bahwa tidak ada niat untuk meremehkan siapa pun.

Justru sebaliknya, ia ingin mengajak publik untuk lebih fokus pada tujuan besar bersama ketimbang larut dalam perdebatan yang menguras energi.***

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN