Pasca Demo Ricuh DPR, Plaza Senayan Kembali Diserbu Pengunjung, Toko Barang Branded Kembali Memajang Produk Usai Takut Dijarah Massa!

Ket. Plaza Senayan mulai di padati pengunjung

Doc: KUCANTIK.COM/ Nuraini Andriani

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Jakarta kembali berdenyut usai diguncang gelombang unjuk rasa besar-besaran di depan Gedung DPR RI. 

Salah satu yang terkena imbas langsung adalah Plaza Senayan, mal elite di jantung ibu kota. 

Setelah sempat lesu dan bahkan “tiarap” karena takut menjadi korban kerusuhan, kini pusat perbelanjaan mewah itu kembali menggeliat, dipenuhi pengunjung yang berburu makan siang hingga berbelanja produk branded kelas dunia.

Pantauan KUCANTIK.COM di lokasi sekitar pukul 12.45 WIB menunjukkan antrean mulai tampak di sejumlah restoran. 

Sementara itu, deretan toko mewah seperti Dior, Fendi, hingga Louis Vuitton kembali memajang koleksi terbaru mereka setelah sebelumnya memilih mengosongkan etalase karena khawatir dijarah massa. 

Bayangan kelam tragedi 1998, ketika pusat perbelanjaan jadi sasaran amuk massa, masih menghantui para pemilik brand mewah.

Namun, di balik kembalinya riuh Plaza Senayan, situasi politik dan sosial Jakarta masih jauh dari kata tenang. 

Demo besar yang berlangsung sejak 25 hingga 29 Agustus 2025 menyisakan luka mendalam. 

Gelombang pertama, pada 25 Agustus, dipicu kekecewaan rakyat terhadap DPR yang nekat menaikkan tunjangan rumah dan merencanakan kenaikan gaji anggota. 

Tuntutan masyarakat kala itu jelas, batalkan kenaikan gaji, buka transparansi penghasilan, dan hentikan kebijakan serakah.

Aksi berlanjut pada 27 Agustus 2025, saat ribuan buruh dari berbagai serikat memenuhi jalanan di depan Gedung DPR. 

Mereka menolak sistem outsourcing yang semakin mencekik serta menuntut kenaikan upah minimum. 

Meski aksi buruh selesai siang hari, malamnya situasi semakin panas ketika mahasiswa dari berbagai kampus turun ke jalan menolak kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan rakyat.

Puncak kemarahan terjadi di malam hari. Kendaraan taktis Brimob melaju kencang membubarkan massa di Pejompongan. 

Tragisnya, seorang driver ojek online terlindas dan kejadian itu terekam kamera, lalu viral di media sosial. Publik pun makin geram.

Tak berhenti di situ, pada 29 Agustus 2025, ratusan pengemudi ojol akhirnya berkumpul di Mako Brimob Kwitang.

Jakarta pun terbelah dalam dua pusat massa, di depan Polda Metro Jaya dan markas Brimob. 

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN