Mencekam! Rumah Dinas Emil Dardak di Jatim Ludes Terbakar Dihantam Massa Anarkis

Doc: Instagram/@nyinyir_update_official

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Suasana di sekitar pusat pemerintahan Jawa Timur mendadak mencekam ketika rumah dinas Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, yang berada di sisi barat Gedung Negara Grahadi, hangus terbakar akibat aksi demonstrasi yang berujung anarkis.

Api dengan cepat melalap bangunan bersejarah itu setelah massa melemparkan batu, petasan, serta benda-benda mudah terbakar ke arah rumah dinas yang selama ini menjadi kediaman resmi orang nomor dua di Jawa Timur.

Kejadian ini bermula dari aksi unjuk rasa yang awalnya berjalan damai. Ratusan orang berkumpul di sekitar kawasan Grahadi untuk menyuarakan aspirasi mereka terhadap kebijakan pemerintah.

Namun, situasi berubah tidak terkendali ketika sekelompok provokator mulai melakukan tindakan destruktif. Batu, botol kaca, hingga petasan dilemparkan ke berbagai arah.

Beberapa benda terbakar dilemparkan tepat ke halaman dan teras rumah dinas, hingga akhirnya menimbulkan kobaran api yang semakin besar.

Petugas keamanan yang berjaga di sekitar lokasi sempat berusaha menghalau massa. Namun, jumlah demonstran yang semakin banyak dan tindakan mereka yang semakin brutal membuat situasi sulit dikendalikan.

Aparat kepolisian pun akhirnya menambah kekuatan dengan mengerahkan pasukan tambahan serta kendaraan taktis untuk membubarkan kerumunan. Sayangnya, api yang sudah telanjur menyambar bangunan membuat kerusakan tidak dapat dihindarkan.

Tim pemadam kebakaran dari Kota Surabaya langsung bergerak cepat. Sejumlah mobil damkar dikerahkan untuk menjinakkan api yang berkobar. Upaya pemadaman dilakukan selama hampir dua jam, namun api sudah terlanjur menghanguskan sebagian besar bangunan rumah dinas.

Bagian atap runtuh, jendela pecah, dan hampir seluruh interior ludes terbakar. Hanya sebagian kecil struktur bangunan yang masih bisa diselamatkan.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Wakil Gubernur Emil Dardak dan keluarga diketahui tidak berada di lokasi saat kebakaran terjadi.

Meski demikian, kerugian materiil yang ditimbulkan sangat besar, mengingat rumah dinas tersebut bukan sekadar bangunan biasa, melainkan juga memiliki nilai historis sebagai bagian dari kompleks pemerintahan Jawa Timur.

Tak hanya di Surabaya, gelombang kemarahan publik juga menyasar rumah sejumlah pejabat negara. Kediaman anggota DPR RI Ahmad Sahroni dan Eko Patrio dijarah warga. Televisi, brankas, hingga perabotan rumah tangga raib dibawa massa.

Fenomena penjarahan dan pembakaran yang menimpa rumah pejabat menjadi perhatian publik. Banyak pihak menilai, kemarahan rakyat sudah melampaui batas karena akumulasi ketidakpuasan terhadap kinerja wakil rakyat dan elit pemerintahan.***

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN