Ijazah SMP Ahmad Sahroni Ikut Dijarah Massa, Nilai Tertinggi Mentok di Angka 7!

Doc: Instagram/@recehxixi

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Gelombang penjarahan di kediaman Ahmad Sahroni, politisi sekaligus pengusaha yang dikenal dengan julukan “Crazy Rich Tanjung Priok”, menyisakan kisah-kisah tak terduga.

Setelah kabar hilangnya jam tangan mewah dan barang-barang pribadi lainnya, publik dikejutkan lagi dengan kabar bahwa ijazah SMP milik Sahroni pun ikut dijarah massa.

Menilik dari akun resmi MPR RI, pria 44 tahun ini pernah menempuh pendidikan di SMP Yappenda Jakarta Utara dan lulus pada tahun 1994.

Dokumen Pendidikan yang Tak Lazim Dijarah

Dalam aksi penjarahan di rumah Ahmad Sahroni yang terjadi pada Sabtu (30/08/2025), barang yang menjadi sasaran adalah benda bernilai tinggi seperti elektronik, perhiasan dan barang mewah. Tak hanya itu, ijazah SMP-nya pun ikut diambil massa. 

Yang membuat cerita ini semakin menarik adalah beredar foto yang memperlihatkan nilai ijazah tersebut yang didominasi nilai angka 6. Dengan kata lain, prestasi akademis Sahroni di masa SMP tidak menonjol. 

Kondisi tersebut bukan hal aneh. Banyak tokoh sukses dunia pun memiliki catatan akademis biasa-biasa saja. Hal ini justru menegaskan bahwa kesuksesan seseorang tidak selalu bergantung pada nilai rapor, melainkan kerja keras, kreativitas, dan kesempatan yang berhasil dimanfaatkan.

Reaksi Publik

Berita penjarahan ijazah ini sontak memicu beragam komentar warganet. Ada yang menertawakannya dengan nada satir, menyebut bahwa “angka 6” kini menjadi koleksi berharga.

"Nilai rata² 6.8 bisa jdi DPR," komentar netizen.

Beberapa komentar juga menyayangkan tindakan massa yang dianggap keterlaluan. Menjarah dokumen pribadi, apalagi ijazah, dinilai sebagai tindakan merendahkan martabat seseorang. Bagi sebagian orang, ijazah adalah simbol perjuangan masa sekolah, meski nilai di dalamnya tidak gemilang.

Pelajaran di Balik Insiden

Kisah ijazah SMP Ahmad Sahroni yang ikut dijarah menambah daftar panjang ironi dalam peristiwa ini. Jika jam tangan miliaran rupiah yang hilang bisa dipahami karena nilainya fantastis, maka ijazah SMP bernilai sentimental. Kehilangan dokumen pendidikan sama saja menghapus sebagian catatan sejarah pribadi seseorang.

Raibnya ijazah SMP Ahmad Sahroni dalam insiden penjarahan bukan hanya kisah lucu yang ramai di media sosial, tetapi juga potret betapa mirisnya massa yang menjarah barang-barang berharga tanpa pandang bulu.

Diketahui jika Ahmad Sahroni menjadi blunder ketika mengucapkan bernada sentimental pada para pendemo yang menginginkan DPR dibubarkan.

Publik yang terpicu amarah, turut melakukan demo dalam beberapa hari berturut-turut membuat aksi anarkis tak terelakkan.***

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN